Mendagri Tito Karnavian: Dua Posko Utama dan Media Center Disiapkan untuk Kendalikan Pascabencana Aceh

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tinjau posko terpadu penanganan pascabencana di Banda Aceh.
Penulis: Redaksi
Minggu, 11 Januari 2026 | 10:32:38 WIB

Banda Aceh – Pemerintah pusat menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra, khususnya Aceh. Salah satu fokus utama adalah pembentukan posko terpadu dan media center guna memastikan koordinasi berjalan cepat serta informasi tersampaikan secara transparan ke publik.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, saat ini pemerintah telah menyiapkan dua posko utama. Posko pertama berada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, yang berfungsi sebagai pusat koordinasi nasional antar kementerian dan lembaga. Sementara posko kedua berlokasi di Banda Aceh untuk pengendalian langsung di lapangan.

“Posko di pusat sudah aktif dan akan menggelar rapat harian. Setiap hari kami evaluasi apa yang sudah dikerjakan kementerian dan lembaga, lalu hasilnya akan disampaikan ke media,” kata Tito saat berada di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Menurutnya, Kemendagri juga menyiapkan media center sebagai sarana penyampaian informasi resmi kepada masyarakat. Melalui media center ini, pemerintah akan menggelar daily briefing setiap pagi guna melaporkan perkembangan penanganan bencana.

“Kami ingin informasi yang disampaikan ke publik seimbang. Bukan hanya soal dampak atau masalah, tapi juga progres dan langkah konkret yang sudah dilakukan pemerintah,” ujarnya.

Selain laporan harian, Tito mengungkapkan pemerintah juga merencanakan weekly briefing yang akan diisi oleh menteri atau pejabat terkait secara bergantian. Kementerian yang memiliki perkembangan signifikan akan diminta menyampaikan laporan langsung kepada publik.

Sementara itu, posko di Banda Aceh akan beroperasi penuh selama 24 jam. Posko ini dilengkapi fasilitas pendukung dan akan menjadi pusat penerimaan laporan dari daerah-daerah terdampak bencana di Aceh. Tim dari berbagai kementerian dan lembaga akan bergantian berjaga untuk memastikan respons cepat di lapangan.

Khusus untuk Aceh, pemerintah juga menyiapkan media center tersendiri yang terpisah dari Jakarta. Media center ini akan fokus menyampaikan perkembangan penanganan bencana di Aceh secara lebih rinci.

“Dampak bencana di Aceh cukup besar, sehingga perlu perhatian dan penyampaian informasi khusus,” kata Tito.

Ke depan, pemerintah juga membuka peluang pelaksanaan briefing mingguan yang melibatkan pimpinan daerah, seperti Wakil Gubernur atau Gubernur Aceh. Briefing ini akan membahas capaian, proses yang sedang berjalan, serta rencana tindak lanjut penanganan bencana.

Dengan sistem posko dan media center tersebut, pemerintah berharap koordinasi lintas instansi semakin solid dan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, cepat, serta dapat dipercaya terkait penanganan pascabencana di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya.

Reporter: Redaksi