BNPB Laporkan 1.180 Korban Jiwa Bencana di Tiga Provinsi Sumatera

BNPB melaporkan 1.180 korban meninggal akibat banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera.
Penulis: Redaksi
Minggu, 11 Januari 2026 | 12:29:01 WIB

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data terkait dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bencana hidrometeorologi tersebut terjadi sejak akhir November 2025 dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa dalam jumlah besar.

Berdasarkan data terbaru BNPB per Minggu (11/1/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Sumatera mencapai 1.180 orang. Selain itu, 145 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Hingga kini, sekitar 238.000 jiwa masih mengungsi akibat kerusakan tempat tinggal dan ancaman bencana susulan.

BNPB mencatat bencana tersebut telah merusak 175.126 rumah warga yang tersebar di 53 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53.432 rumah rusak berat, 45.106 rumah rusak sedang, dan 76.588 rumah rusak ringan.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman warga, tetapi juga menyasar fasilitas publik vital. BNPB melaporkan 215 fasilitas kesehatan, 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 776 jembatan, serta 2.056 ruas jalan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi logistik di wilayah terdampak.

Dari ketiga provinsi terdampak, Aceh mencatatkan jumlah korban jiwa paling tinggi, yakni 544 orang meninggal dunia, sementara 31 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Selanjutnya, Sumatera Utara melaporkan 372 korban meninggal dan 42 orang masih hilang. Adapun Sumatera Barat mencatat 264 korban meninggal dunia dengan 72 orang belum ditemukan.

Jika dirinci berdasarkan kabupaten/kota, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, yakni 230 orang. Disusul Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan 194 korban meninggal, serta Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mencatat 129 korban tewas.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan upaya penanganan darurat, pencarian korban hilang di Aceh, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Reporter: Redaksi