ACEH — Pertandingan melawan Vietnam pada lanjutan Grup A ASEAN Championship 2026 bukan sekadar laga biasa. Ini adalah ujian mental bagi pasukan Garuda, terlebih dengan kondisi skuad yang tidak dalam keadaan penuh. Latihan di SUGBK, yang menjadi venue pertandingan nanti, sengaja digelar untuk membiasakan pemain dengan rumput stadion kebanggaan Indonesia itu.
Pelatih tim tampak serius mematangkan skema permainan. Fokus utama tertuju pada transisi bertahan ke menyerang, mengingat Vietnam dikenal memiliki lini tengah yang solid dan cepat dalam melakukan serangan balik.
Situasi yang paling disorot dalam sesi latihan kali ini adalah ketidakhadiran Marselino Ferdinan. Gelandang kreatif andalan itu masih menjalani program pemulihan cedera dan tidak bergabung dengan rekan-rekannya di lapangan.
Kehilangan pemain yang kerap menjadi motor serangan ini jelas memaksa tim pelatih memutar otak. Komposisi lini tengah harus dirombak, dan peluang bagi pemain pelapis untuk membuktikan kualitasnya di laga sebesar ini terbuka lebar.
Meski kehilangan pemain kunci, skuat Garuda masih memiliki kedalaman materi yang layak diperhitungkan. Beberapa nama diproyeksikan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Marselino, dengan harapan permainan tetap cair dan agresif sejak menit awal.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dukungan langsung dari puluhan ribu suporter diyakini bisa menjadi suntikan energi ekstra bagi para pemain di tengah tekanan pertandingan.
Bagi kedua tim, laga ini adalah harga mati. Vietnam datang dengan misi mencuri poin di kandang lawan, sementara Indonesia mengincar kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen Grup A.
Tekanan psikologis akan menjadi faktor penentu. Tim yang mampu mengendalikan emosi dan memanfaatkan peluang pertama biasanya keluar sebagai pemenang dalam duel sekelas ini. Pertanyaannya kini, sanggupkah Garuda tampil solid tanpa sosok Marselino di lini tengah? Jawabannya akan terungkap saat pertandingan resmi dimulai.