ACEH BESAR — Ratusan warga memadati halaman meunasah pada malam puncak Lomba Baca dan Tulis Hikayat Aceh, Senin (28/7/2026). Mereka antusias menyaksikan para peserta menunjukkan kebolehan membawakan hikayat, tradisi lisan yang kerap dianggap usang oleh anak muda sekarang.
Kegiatan ini lahir dari pengajuan proposal yang digagas Cek Medya Husein kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh. Ia menyebut lomba ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali hikayat kepada publik, khususnya generasi yang tumbuh di tengah gempuran konten digital.
"Mungkin anak-anak zaman sekarang tidak tahu bagaimana hikayat itu. Dengan adanya lomba baca dan tulis hikayat ini bisa mengenalkan kepada anak-anak dan masyarakat bagaimana hikayat itu," ujar Cek Medya Husein.
Kepercayaan penuh untuk menilai seluruh penampilan peserta diberikan kepada Cek Medya Husein. Ia dikenal luas sebagai maestro tutur hikayat Aceh, sehingga kualitas dan keaslian pembawaan para peserta diharapkan tetap terjaga.
Lomba yang digelar mulai pukul 14.00 WIB ini tidak hanya menguji kemampuan baca, tetapi juga keterampilan menulis hikayat. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ratna Idayati, S.Si., M.T turut mendampingi mahasiswa KKN dalam proses persiapan acara.
Malam puncak acara yang digelar pukul 20.30 WIB menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus pengumuman hasil lomba. Keuchik Gampong Ateuk Anggok, Pak Syarbini, hadir langsung untuk menyaksikan jalannya acara di lokasi yang sama.
Kolaborasi antara BPK Aceh dan mahasiswa KKN USK ini diharapkan mampu menghidupkan kembali tradisi hikayat di tengah masyarakat. Fokus utama pelestarian menyasar Gampong Ateuk Anggok dan sekitarnya, agar warisan budaya ini tidak punah dimakan zaman.