BIREUEN — Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang meninjau sejumlah titik penanganan bencana, mulai dari jembatan Krueng Tingkeum, UPTD SDN 7 Jangka, hingga jembatan Teupin Mane. Dalam kunjungan itu, Wapres menyimak langsung keluhan warga soal bantuan yang belum diterima.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bireuen H. Mukhlis langsung memaparkan progres penyaluran bantuan berdasarkan data verifikasi. Muhajir menegaskan tidak ada niat untuk mempermainkan hak para penyintas.
Berdasarkan hasil verifikasi tahap I oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui relawan lokal, sebanyak 6.000 KK awalnya dinyatakan lulus. Namun setelah melalui tahapan review di tingkat BNPB, angka tersebut berkurang menjadi 4.697 KK yang dinyatakan lulus review.
Sebanyak 1.313 KK datanya belum padan dengan data kependudukan dan catatan sipil (capil). Ditambah 703 KK yang harus relokasi, totalnya mencapai 1.788 KK. Data sisa ini telah dikirimkan kembali ke BNPB untuk diproses lebih lanjut.
Untuk Dana Stimulan Perumahan (DTH), dari 3.626 KK yang diusulkan, BNPB menerima 2.646 KK dan telah dibuatkan rekening. Sebanyak 2.422 KK di antaranya telah menerima penyaluran DTH, sementara 544 KK lainnya masih menunggu karena datanya telah dikirim ulang ke BNPB.
Pada tahap I, verifikasi mencatat 2.954 rumah rusak ringan, 1.393 rusak sedang, dan 340 rusak berat. Dana yang sudah ditransfer untuk kategori rusak ringan mencapai Rp 44,31 miliar dengan masing-masing KK menerima Rp 15 juta. Realisasi pembangunan hingga saat ini baru mencapai 1.460 unit.
Untuk kategori rusak sedang, total dana Rp 41,79 miliar telah ditransfer seluruhnya kepada 1.393 KK dengan masing-masing menerima Rp 30 juta. Adapun realisasi pembangunannya baru mencapai 552 unit.
Untuk kategori rusak berat dan relokasi, sebanyak 408 unit rumah tengah dalam proses pembangunan. Kontraktor Ghufarindo membangun 264 unit yang tersebar di berbagai kecamatan, dengan rincian 24 unit telah selesai 100 persen, 10 unit 75 persen, 10 unit 50 persen, 27 unit 25 persen, dan 29 unit baru lima persen.
Kontraktor Riksa membangun 31 unit rumah relokasi di Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli. Lembaga nirlaba DT Peduli membangun 45 unit di Desa Alue Kuta, sementara PT Takabeya Perkasa Group melalui CSR membangun tujuh unit.
PT Blang Keutumba melalui CSR perusahaan membangun 61 unit, dan 12 unit di antaranya telah selesai dikerjakan.
Berdasarkan laporan Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, sebanyak 4.859 KK telah menerima bantuan stimulan perekonomian, jatah hidup, dan dana perabotan pada tahap I. Masih ada 84 KK yang sedang dalam proses penyelesaian dan 703 KK relokasi yang menunggu proses dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Santunan kematian telah diberikan kepada 45 ahli waris pada tahap I dan 13 ahli waris pada tahap II. Sebanyak 19 korban luka berat juga telah mendapatkan santunan.
Hasil verifikasi tahap II yang dilakukan beberapa bulan lalu berjumlah 26 ribu lebih. Setelah dilakukan pemadanan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), jumlahnya tersisa 20.593 KK karena data ganda telah dibersihkan.
Data hasil verifikasi tahap II yang telah dipadupadankan saat ini sedang direview di Inspektorat Bireuen. Bupati H. Mukhlis juga telah mengutus Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Alfian, untuk menemui Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam, Masryani Mansyur, pada 17 Juni 2026 guna mengoordinasikan percepatan proses administrasi penyaluran bantuan yang masih berjalan.