ACEH — Banyak mahasiswa baru Fakultas Teknik yang terjebak membeli laptop gaming mahal padahal kebutuhannya hanya untuk mengetik laporan, atau sebaliknya—membeli laptop tipis yang langsung ngeleg saat diajak membuka aplikasi CAD. Padahal, setiap jurusan punya beban kerja komputasi yang berbeda.
Kak Zaki, konten kreator dari kanal Review Techn, membagikan panduan praktis untuk tujuh jurusan. Berikut rinciannya, mulai dari yang paling ringan hingga yang paling berat.
Rekomendasi Kak Zaki jatuh pada Lenovo IdeaPad Slim 3 14IRA8 dengan kode varian 82X7006ID. Seri ini biasanya dibekali prosesor Intel Core i5 generasi terbaru yang cukup bertenaga untuk kompilasi kode. Bobotnya yang ringan juga menjadi nilai plus karena mahasiswa Informatika cenderung sering berpindah kelas dan bekerja di kafe.
Asus Vivobook 14 X1404VA dengan panel IPS menjadi pilihan yang masuk akal. Layar IPS penting untuk memastikan grafik sinyal dan diagram rangkaian terlihat jelas dari berbagai sudut pandang. Varian ini juga dikenal memiliki keyboard yang nyaman untuk mengetik skripsi di semester akhir.
Kak Zaki merekomendasikan Axioo Pongo 735 dengan GPU diskrit NVIDIA RTX 3050. Kehadiran GPU ini adalah pembeda utama—proses pan, zoom, dan rotate objek 3D akan terasa jauh lebih halus dibandingkan mengandalkan grafis terintegrasi. Ini adalah investasi jangka panjang agar laptop tidak cepat terasa lambat.
ASUS Vivobook 15 OLED E1504FA menawarkan kontras tak terbatas dan reproduksi warna yang jauh lebih akurat dibanding panel IPS standar. Ketika mempresentasikan desain dengan banyak bayangan dan tekstur material, perbedaan kualitas layar ini sangat terlihat. Meski tidak sekuat Pongo untuk rendering akhir, laptop ini cukup mumpuni untuk desain 2D dan modeling 3D level menengah.
Rekomendasi dari Kak Zaki adalah Lenovo LQ15 seri 15IAS9. Laptop ini hadir dengan layar lega 15 inci yang sangat membantu untuk bekerja dengan assembly yang kompleks. Layar luas berarti lebih banyak toolbar yang terlihat tanpa harus mengecilkan area gambar kerja.
- Untuk pemrograman murni, membayar mahal untuk GPU RTX adalah pemborosan. - Untuk Arsitektur, jangan pernah kompromi dengan kualitas layar demi performa mentah, karena mata Anda yang akan menanggung akibatnya. - Untuk Sipil dan Mesin, pastikan RAM minimal 16GB. Jika varian yang dibeli hanya 8GB, segera rencanakan upgrade karena software CAD modern sangat rakus memori.
Pilihan di atas adalah panduan awal. Sebaiknya cek juga ketersediaan unit dan harga final di toko resmi, karena pasar laptop Indonesia kerap mengalami fluktuasi harga antar wilayah.