ACEH — Fitur ini bukan sekadar gimmick. Saya menguji langsung Galaxy Z Fold 8 dengan merekam subjek yang bergerak dari jarak jauh—skenario yang biasanya berakhir dengan video goyang atau subjek keluar frame. Hasilnya, AI ini bekerja jauh lebih baik dari ekspektasi saya terhadap fitur berbasis pemrosesan pasca-rekam.
Cara Kerja My FanCam: Bukan Pelacakan Real-Time, Tapi Solusi Setelah Rekam
Berbeda dengan Apple Center Stage yang bekerja langsung saat panggilan video, My FanCam bekerja pada video yang sudah selesai direkam. Alurnya sederhana: rekam video biasa di aplikasi Kamera, buka di aplikasi Galeri, tekan ikon Galaxy AI, lalu pilih My FanCam.
AI akan memindai video dan mendeteksi setiap orang di dalam frame. Setelah proses deteksi selesai, muncul titik sentuh di atas setiap orang yang terdeteksi. Anda tinggal mengetuk subjek yang ingin diikuti, pilih rasio aspek—default 9:16 untuk vertikal, atau opsi 1:1, 3:4, dan lainnya—lalu tekan tombol Follow.
Hasil Uji: Pelacakan Subjek Lebih Akurat dari Perkiraan
Dalam pengujian saya, AI mampu menjaga subjek tetap di tengah frame dengan baik. Proses pemrosesan juga terbilang cepat—semua video uji saya selesai diproses dalam hitungan detik, bukan menit. Samsung memang menyebut waktu pemrosesan bergantung pada durasi klip, tapi untuk video pendek, ini sangat responsif.
Keunggulan lain yang tidak kalah penting: fitur ini bisa digunakan pada video lama yang sudah tersimpan di galeri. Anda tidak terbatas pada footage yang direkam setelah membeli ponsel ini. Ini artinya, video konser atau acara keluarga yang sudah menganggur di galeri bisa diubah menjadi footage dengan subjek yang selalu di frame.
Kelemahan yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
Ada satu masalah utama: fitur ini eksklusif untuk seri Galaxy Z Fold 8. Dan di sinilah letak ironinya. Kamera pada Galaxy Z Fold 8 reguler bukanlah yang paling tajam di kelasnya. Ketika fitur ini memotong dan memperbesar subjek dari jarak jauh, hasil akhirnya bisa terlihat sedikit berpiksel.
Samsung sebenarnya bisa mengambil langkah lebih jauh dengan menggunakan Galaxy AI untuk meningkatkan kualitas output akhir, terutama saat video telah dipotong banyak. Sedikit penajaman atau peningkatan detail akan membuat fitur ini jauh lebih berguna.
Verdict Awal: Fitur Cerdas dengan Potensi Besar di Seri Ultra
Meski ada catatan soal ketajaman gambar, saya tetap menyukai fitur ini dalam bentuknya yang sekarang. Konsep menggunakan AI untuk melacak subjek secara otomatis setelah video selesai direkam adalah solusi yang sangat praktis—menghilangkan stres saat mencoba menjaga subjek tetap di frame secara manual.
Fitur ini akan jauh lebih masuk akal jika diterapkan pada ponsel kelas atas seperti Galaxy S26 Ultra, di mana hardware kamera yang lebih baik akan memberi AI lebih banyak detail untuk diproses. Dengan sensor yang lebih tajam, hasil crop dan zoom akan jauh lebih layak tonton.
Untuk pengguna Galaxy Z Fold 8 yang sering merekam video di konser atau acara ramai, fitur ini layak dicoba. Namun, ekspektasi terhadap ketajaman gambar—terutama untuk subjek yang jauh—harus sedikit diturunkan.