IDI — Penajoh dalam bahasa Indonesia berarti makanan. Lewat festival ini, TP PKK Aceh Timur ingin mendorong penganan lokal seperti lepas dan bubur menjadi sajian utama yang tidak kalah bersaing dengan makanan modern, baik dari segi rasa maupun kemasan.
Ketua TP PKK Aceh Timur Lismawani Iskandar Al-Farlaky menyebut festival ini juga menjadi ajang memperkenalkan kekayaan kuliner khas daerah kepada generasi muda dan wisatawan.
Rangkaian Kegiatan: Dari Pameran UMKM hingga Workshop Digitalisasi
Sepanjang pekan festival, panitia menyiapkan sejumlah agenda yang menyasar pelaku usaha dan masyarakat umum. Pameran produk UMKM akan menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memamerkan produksinya.
Selain itu, ada literasi budaya dan lomba kreasi peunajoh Aceh yang melibatkan komunitas budaya, mahasiswa, hingga pelajar.
Khusus untuk pelaku usaha, digelar seminar bertema mendukung ketahanan pangan nasional bersama penajoh Aceh. Ada juga workshop digitalisasi usaha kuliner penajoh Aceh agar pelaku UMKM mampu memasarkan produknya lewat platform marketplace.
Mengapa Festival Ini Penting bagi UMKM Aceh Timur
Lismawani menegaskan bahwa lokasi dan jarak bukan lagi hambatan di era digital. Pihaknya berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM agar menjadi salah satu sumber pendapatan andalan masyarakat Kabupaten Aceh Timur.
“Kami ingin mendorong penganan lokal menjadi tuan rumah di Aceh Timur. Menjadi sajian utama, rasa dan kemasannya juga tidak kalah enak dibanding dengan penganan modern,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (2/8/2026) via telepon.
Dengan memberi pelatihan digitalisasi, diharapkan pelaku UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa terbatas jarak geografis.
Dokumentasi Sejarah Kuliner untuk Generasi Mendatang
Rangkaian terakhir festival adalah penyusunan buku dan desiminasi dokumentasi sejarah, resep, serta inovasi kuliner Aceh dari waktu ke waktu. Langkah ini diambil agar pengetahuan kuliner lokal turun temurun menjadi milik generasi muda Aceh Timur.
“Even ini kita harap bisa mendongkrak penjualan UMKM dan menjadi pengetahuan untuk generasi muda. Selain itu, ini diharapkan menjadi festival yang menarik untuk dikunjungi wisatawan,” pungkas Lismawani.