ACEH BESAR — Peresmian Masjid Ibnu Abubakar berlangsung khidmat setelah penandatanganan prasasti oleh Bupati Aceh Besar Syekh Muharram Idris. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan sambutan dari Direktur Utama PT Ade Darma Putera sekaligus Owner RSU Putri Bidadari Aceh, H. Firmansyah, S.E., MARS.
Dalam kesempatan itu, Firmansyah mengenang peran besar almarhum ayahnya, Muhammad Nur Abu Bakar, yang merupakan pendiri rumah sakit tersebut. Ia menyebut pembangunan masjid merupakan salah satu warisan terbaik yang ditinggalkan sang ayah.
"Salah satu legacy terbaik yang bisa kita tinggalkan adalah masjid. Banyak hal yang dapat dilakukan di masjid, bukan hanya melaksanakan salat lima waktu, tetapi juga berbagai kegiatan positif lainnya yang membangkitkan semangat rohani," ujar Firmansyah.
Masjid Terbuka untuk Keluarga Pasien dan Masyarakat Umum
Firmansyah menegaskan bahwa Masjid Ibnu Abubakar tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan internal rumah sakit. Keberadaannya justru diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga pasien maupun warga yang berdomisili di sekitar kawasan Darul Imarah.
"Karena itu saya mengajak kita semua untuk bersama-sama memakmurkan masjid ini," katanya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir pada peresmian sekaligus shalat Jumat perdana di masjid tersebut.
Wasiat Almarhum Pendiri Rumah Sakit Tepat Dilaksanakan
Bupati Aceh Besar Syekh Muharram Idris mengungkapkan momen haru di balik peresmian tersebut. Semasa hidupnya, Muhammad Nur Abu Bakar sempat menitipkan pesan agar dirinya yang meresmikan sekaligus memakmurkan masjid itu.
"Alhamdulillah, hari ini permintaan almarhum dapat saya penuhi," ujar Syekh Muharram.
Syekh Muharram turut mengapresiasi keberadaan RSU Putri Bidadari Aceh dan rumah sakit lain di Aceh Besar yang dinilai berkontribusi meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, kehadiran masjid di lingkungan fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi mereka yang menunggu pasien maupun tenaga medis yang bertugas.
Pengelolaan Masjid Berpedoman pada Praktik Masjid Raya Baiturrahman
Bupati berpesan agar pengelolaan Masjid Ibnu Abubakar senantiasa berpegang pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Ia meminta tata cara ibadah yang dipraktikkan mengikuti standar yang selama ini diterapkan di Masjid Raya Baiturrahman.
"Jaga masjid ini sesuai dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan sesuai praktik ibadah di Masjid Raya Baiturrahman. Itu menjadi pedoman kita," pesannya.
Shalat Jumat perdana di Masjid Ibnu Abubakar menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, Dr. Tgk. Munawar Jalil, MA sebagai khatib. Imam ditugaskan kepada Tgk. Takdir Ferida, sementara muazin dipercayakan kepada Ustaz Khalid Yusra.
Acara turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas RS Putri Bidadari Drs. Sulaiman Abda, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen RSU Putri Bidadari Aceh. Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan siang bersama untuk mempererat silaturahmi antartamu undangan.