Pencarian

BI Olah 72 Persen Limbah Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Energi Listrik, Targetkan 100 Persen pada 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 • 07:44:31 WIB
BI Olah 72 Persen Limbah Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Energi Listrik, Targetkan 100 Persen pada 2027
Petugas menunjukkan limbah hasil peracikan uang kertas yang diolah menjadi cendera mata di Aceh, Selasa (18/8/2026).

ACEH — Bank Indonesia (BI) melaporkan 72 persen limbah hasil peracikan uang kertas telah diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi. Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi ramah lingkungan yang mencakup proses pencetakan, pengedaran, hingga pemusnahan uang rupiah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan pengolahan limbah dilakukan lewat dua jalur utama. Pertama, bermitra dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menyulap sisa uang kertas menjadi cendera mata. Kedua, menggandeng perusahaan pengolahan energi agar limbah racik uang dimanfaatkan sebagai tambahan sumber energi listrik ataupun bahan baku industri.

Target 2027: Seluruh Limbah Uang Kertas Diolah Secara Sirkuler

Ramdan menegaskan komitmen BI untuk memperluas capaian ini dalam dua tahun ke depan. "Saat ini, 72 persen dari limbah racik uang kertas telah diolah. Selanjutnya, untuk tahun 2027, Bank Indonesia menargetkan seluruh limbah racik uang akan diolah secara sirkuler. Dengan langkah ini, pengelolaan uang rupiah semakin memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Target tersebut menandai pergeseran paradigma dalam tata kelola uang rupiah. Uang yang sudah tidak layak edar tidak lagi dipandang sebagai residu yang harus dimusnahkan, melainkan bahan baku yang bisa dikembalikan ke rantai nilai ekonomi.

Dari Pemusnahan ke Nilai Tambah: Ubah Pola Pikir Pengelolaan Rupiah

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menekankan bahwa pengelolaan uang kini menghadapi tuntutan environmental sustainability. Menurutnya, pertanyaan utamanya bukan lagi sekadar bagaimana memusnahkan uang rusak, tetapi bagaimana memberikan nilai baru melalui pemanfaatan yang produktif.

"Pengelolaan rupiah tidak berhenti ketika uang tidak lagi layak edar. Ketika uang tidak lagi layak edar, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana memusnahkannya, tetapi bagaimana memberikan nilai baru melalui pemanfaatan yang produktif," kata Ricky.

Dampak ke UMKM dan Sektor Energi

Bagi pelaku UMKM, program ini membuka peluang pasokan bahan baku alternatif untuk produk kerajinan dan suvenir. Sementara itu, bagi sektor industri energi, limbah uang kertas menjadi sumber biomassa yang dapat dikonversi menjadi listrik, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Langkah BI ini sejalan dengan tren global bank sentral dalam menerapkan prinsip ekonomi hijau. Selain mengurangi jejak karbon dari proses pemusnahan, inisiatif ini menciptakan lapangan kerja baru di sektor daur ulang dan ekonomi kreatif.

Dengan capaian 72 persen dan target 100 persen pada 2027, BI berharap pengelolaan uang rupiah tidak hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga berkontribusi nyata pada kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Follow www.porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks