Dukung Program Kementerian PU, WIKA Bangun 84 Unit Huntara Modular di Aceh Tamiang

Pembangunan huntara modular di Aceh Tamiang oleh WIKA dan WEGE mendukung pemulihan pascabencana.
Penulis: Redaksi
Senin, 12 Januari 2026 | 20:51:04 WIB

ACEH TAMIANG – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama anak usahanya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), memperkuat dukungan terhadap program pemulihan pascabencana yang dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum melalui percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) berbasis modular di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Pembangunan huntara tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan dapat segera dihuni oleh masyarakat terdampak bencana. Penerapan teknologi modular memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat dan efisien dengan standar kualitas yang terjaga.

Proyek huntara modular yang berlokasi di Kecamatan Karang Baru mencakup tujuh blok hunian dengan total 84 unit. Hunian ini dirancang untuk menampung sekitar 336 jiwa dan dilengkapi berbagai fasilitas dasar penunjang kebutuhan penghuni selama masa transisi pascabencana.

Setiap blok hunian dilengkapi sistem sanitasi, jaringan listrik, pasokan air bersih, ventilasi yang memadai, serta penataan lingkungan yang mendukung kenyamanan dan keamanan warga. Hingga hari ke-15 pelaksanaan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan dengan rampungnya pekerjaan fondasi dan rangka modular.

Saat ini, pekerjaan konstruksi terus dipercepat, meliputi pemasangan baja ringan dan atap, penyelesaian interior, serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Aktivitas pembangunan di seluruh blok, dari Blok A hingga Blok G, mencakup pemasangan panel sandwich, lantai vinil dan keramik, rangka plafon, sanitair, hingga sistem kelistrikan.

Dalam proyek ini, WIKA berperan sebagai induk usaha yang memastikan pelaksanaan pembangunan huntara Kementerian PU berjalan optimal. Sementara WEGE bertindak sebagai pelaksana konstruksi sekaligus penyedia teknologi hunian modular yang adaptif untuk kebutuhan penanganan darurat.

Selain fokus pada percepatan pembangunan, proyek huntara modular Aceh Tamiang juga melibatkan ratusan tenaga kerja, termasuk tenaga lokal, serta menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara konsisten di seluruh tahapan konstruksi.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menegaskan bahwa pembangunan huntara modular tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengedepankan aspek kelayakan, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat terdampak bencana.

“WIKA bersama WEGE, dengan dukungan Kementerian PU, menghadirkan hunian sementara berbasis modular agar masyarakat dapat segera menempati tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Setiap unit huntara modular berukuran 3 x 6 meter atau seluas 18 meter persegi dan dilengkapi fasilitas dasar hunian, seperti dua tempat tidur ukuran queen, kasur, kipas angin, serta sistem sirkulasi udara berupa wall exhaust fan. Kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung, antara lain toilet dan kamar mandi bersama, dapur umum, area cuci dan jemur, musala, serta ruang komunal multifungsi.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, huntara modular di Aceh Tamiang diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga mendukung pemulihan sosial dan aktivitas warga selama masa transisi pascabencana. Sinergi antara Kementerian PU, WIKA, dan WEGE menegaskan komitmen pemerintah dan BUMN konstruksi dalam menghadirkan solusi hunian yang cepat, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Reporter: Redaksi