ACEH — Api mulai membesar sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (1/6). Warga berhamburan keluar rumah saat kobaran api merambat cepat dari satu bangunan ke bangunan lain. Pemadam kebakaran baru berhasil menjinakkan si jago merah pada dini hari tadi.
Belum ada data resmi mengenai total kerugian. Namun, berdasarkan keterangan warga, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. "Semua barang, tabungan, dan surat berharga ludes. Yang tersisa hanya baju di badan," ujar Siti, 45, salah seorang korban yang ditemui di lokasi.
Proses evakuasi masih berlangsung. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri membantu warga memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Sebagian korban kini mengungsi di tenda darurat yang didirikan di lapangan dekat lokasi kebakaran.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. "Kami masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti," kata Kapolsek setempat.
Pemerintah Kota Jakarta Pusat berjanji akan memberikan bantuan logistik dan bahan bangunan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. "Kami akan data dulu jumlah kepala keluarga yang terdampak. Bantuan akan segera disalurkan," ujar Lurah Kebon Kosong.
Di tengah puing yang masih mengepul, warga terus mencari. Ada yang menemukan perhiasan, ada pula yang hanya menemukan pakaian gosong. "Ini semua yang kami punya. Meski sudah hangus, tetap kami ambil untuk kenang-kenangan," ujar Andi, warga lainnya.
Hingga siang ini, belum ada laporan korban jiwa. Petugas masih fokus pada pemadaman titik-titik api yang tersisa dan pendataan warga terdampak. Bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan, termasuk dari organisasi sosial dan perusahaan swasta di sekitar lokasi.