MDMC dan Kemendikdasmen Mulai Bangun 33 Ruang Kelas Darurat di Tiga Kabupaten Terdampak Banjir dan Longsor Aceh-Sumut

Penulis: Saiful  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 00:24:31 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas darurat di SD Negeri 10 Linge, Aceh Tengah.

ACEH TENGAH — Sebanyak 33 ruang kelas darurat akan dibangun secara serentak di sembilan sekolah yang tersebar di Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumatera Utara), serta Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues (Aceh). Proyek ini merupakan hasil kemitraan antara MDMC dan Kemendikdasmen untuk memulihkan sektor pendidikan pascabencana.

Sebaran 33 Ruang Kelas Darurat di Tiga Kabupaten

Ketua Posko Nasional MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, menyebutkan bahwa pembangunan terbagi dalam beberapa lokasi. Sebanyak 10 ruang kelas akan dibangun di tiga sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah, 4 ruang kelas di SD Negeri 10 Linge, Aceh Tengah, dan 19 ruang kelas di lima sekolah di Kabupaten Gayo Lues.

“Hari ini kami berada di Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Tepatnya di SD Negeri 10 Linge. Di sini akan dibangun ruang kelas darurat dan hari ini dilakukan peletakan batu pertama serta doa bersama dengan masyarakat, guru, dan kepala sekolah,” ujar Indrayanto dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Kepala Sekolah: Bantuan Sangat Berarti bagi Proses Belajar

Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsah, menyampaikan apresiasi atas bantuan pembangunan ruang kelas darurat di sekolahnya. Ia menilai bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan proses belajar mengajar yang sempat terhenti akibat bencana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta tim MDMC Muhammadiyah yang telah hadir untuk membangun empat ruang kelas darurat di sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan proses belajar mengajar,” ujarnya.

Tahapan Pembangunan: Verifikasi hingga Pengerjaan Lapangan

Hingga pekan ketiga Juni 2026, progres pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah telah menyelesaikan proses verifikasi dan distribusi material ke gudang utama, serta mulai memasuki tahap pengerjaan di lapangan. Sementara itu, di Kabupaten Gayo Lues, pembangunan pada salah satu sekolah di Blangkejeren telah dimulai, sedangkan beberapa lokasi lainnya masih menunggu tahapan lanjutan.

Indrayanto menambahkan, kegiatan peletakan batu pertama ini merupakan simbolis kemitraan MDMC dengan Kementerian Pendidikan. “Total ada sembilan sekolah dan 33 ruang kelas darurat yang akan dibangun. Harapannya pendidikan pascabencana dapat bangkit kembali dan berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Reporter: Saiful
Sumber: suaramuhammadiyah.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top