ARC USK, ILO, dan Bappebti Gagas Sistem Resi Gudang untuk Lindungi Petani Nilam Aceh dari Fluktuasi Harga

Penulis: Fajar  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 17:57:31 WIB
Petani nilam Aceh dapat pembayaran tunai real-time melalui sistem resi gudang yang digagas ARC USK, ILO, dan Bappebti.

BANDA ACEH — Sistem resi gudang (SRG) yang digagas oleh ARC-USK, ILO, dan KPBI dirancang tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan minyak nilam. Ketua ARC USK Banda Aceh, Syaifullah Muhammad, menjelaskan bahwa sistem ini akan memastikan petani dan penyuling mendapatkan pembayaran tunai secara real-time dengan harga pasar yang kompetitif, tanpa harus menunggu waktu lama.

Bagaimana Mekanisme Sistem Resi Gudang untuk Petani Nilam?

Dalam implementasinya, petani atau penyuling cukup membawa minyak nilam yang telah memenuhi standar pasar ke gudang khusus yang ditunjuk. Gudang tersebut dikelola oleh perusahaan profesional yang telah tersertifikasi Bappebti dan menjalin kemitraan dengan sektor perbankan.

Setelah minyak nilam divalidasi, pengelola gudang akan menerbitkan dokumen resi gudang sebagai bukti kepemilikan aset yang sah. Dokumen ini langsung bisa ditukarkan dengan uang tunai melalui bank mitra. Sementara itu, perusahaan pengelola secara periodik akan menjual minyak nilam tersebut ke pembeli berskala nasional maupun internasional.

Fungsi SRG: Penyangga Stok Nasional dan Perlindungan Petani

Syaifullah menegaskan bahwa sistem resi gudang ini nantinya akan berfungsi sebagai penyangga stok (stock buffer) nilam nasional. "Melalui rantai ekosistem ini, masyarakat kecil di hulu industri dipastikan terlindungi, mendapatkan kepastian uang tunai tepat waktu, dan memperoleh harga jual yang adil," ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan sistem ini dinilai realistis mengingat kesiapan ekosistem nilam yang sudah matang. ILO berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya program tersebut, sementara ARC-USK akan mendukung riset, inovasi, dan teknologi agar standarisasi nilam yang diminta pasar internasional bisa dipenuhi.

Bappebti Segera Tindaklanjuti dengan Kajian Regulasi

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan SRG Bappebti, Diah Sandita Arisanti, menegaskan bahwa ekosistem nilam yang diperlukan untuk penerapan SRG sudah lengkap. "Kami optimis nilam bisa masuk SRG. Bappebti akan segera menindaklanjuti dengan kajian sebagai kelengkapan regulasi," katanya.

Nilam merupakan komoditas unggulan nasional yang sangat diperlukan oleh industri parfum dan kosmetika dunia. Dengan adanya sistem resi gudang, petani nilam Aceh diharapkan tidak lagi terjebak dalam permainan tengkulak dan mendapatkan harga yang adil sesuai kualitas produksinya.

Reporter: Fajar
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top