BANDA ACEH — Sepuluh hari menjelang puncak Armuzna, angka kematian jemaah haji asal Aceh di Arab Saudi terus bertambah. Berdasarkan data terbaru Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, total jemaah yang wafat kini mencapai 13 orang.
Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, H. Zulkarnain, menyebutkan sebagian besar jemaah yang wafat memiliki riwayat penyakit kronis. “Faktor utama adalah kelelahan fisik setelah menempuh perjalanan panjang dan cuaca ekstrem di Makkah yang mencapai 45 derajat Celcius,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/6).
Dari 13 jemaah yang meninggal, delapan di antaranya merupakan lansia berusia di atas 65 tahun. Mereka tergabung dalam kloter keberangkatan awal dari embarkasi Aceh. Proses pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai prosedur di Arab Saudi melalui layanan konsulat dan pihak keluarga yang mendampingi.
Selain korban meninggal, sekitar 120 jemaah asal Aceh saat ini masih menjalani perawatan intensif di KKHI Makkah dan beberapa rumah sakit swasta di sekitar Masjidil Haram. Sebagian besar menderita dehidrasi berat, hipertensi akut, dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Petugas kloter terus memantau kondisi jemaah yang tergabung dalam kloter terakhir yang baru tiba di Makkah pekan lalu. “Mereka langsung dihadapkan pada suhu tinggi dan aktivitas ibadah yang padat. Kami imbau untuk tidak memaksakan diri dan memanfaatkan fasilitas kursi roda yang disediakan,” tambah Zulkarnain.
KKHI Makkah bersama tim medis embarkasi Aceh telah mendirikan posko kesehatan tambahan di sektor 5 dan 7 pemondokan jemaah. Posko ini melayani pemeriksaan tensi, gula darah, dan pemberian cairan infus bagi jemaah yang mulai menunjukkan gejala kelelahan.
Pemerintah Aceh melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh juga menyiagakan dua orang perawat tambahan yang akan bergabung dengan tim kloter pada fase puncak haji. Mereka akan fokus pada jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh jemaah asal Aceh yang tergabung dalam 14 kloter telah tiba di Makkah. Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Juni 2024. Petugas haji daerah terus mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan segera melapor jika merasakan gejala sakit.