ACEH — Pemain berusia 17 tahun itu menjadi pusat perhatian di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, setelah sukses menjebol gawang lawan. Selepas gol, Yamal langsung bersimpuh melakukan sujud syukur, sebuah gestur yang langsung viral di media sosial dan disambut hangat oleh rekan-rekan setimnya.
Gol ini menjadi pencapaian spesial bagi Yamal. Sejak menembus tim utama Barcelona, ia terus menunjukkan kematangan di atas lapangan. Kini, catatan gol perdananya di turnamen antarnegara tertinggi semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu talenta paling bersinar di generasinya.
Pelatih Spanyol memberikan pujian khusus kepada Yamal usai pertandingan. "Dia pemain spesial. Gol ini buah dari kerja kerasnya sehari-hari. Saya senang dia bisa merasakan momen indah ini di usia yang masih sangat muda," ujarnya dalam konferensi pers.
Kemenangan ini membuat Spanyol melaju mulus tanpa hambatan berarti. Arab Saudi yang tampil disiplin sejak awal babak pertama, akhirnya harus mengakui keunggulan teknik dan penguasaan bola khas Spanyol. Yamal menjadi pembeda di lini depan dengan pergerakan dan penyelesaian akhir yang tenang.
Bagi Arab Saudi, kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia edisi kali ini. Meski sempat memberikan perlawanan sengit, mereka gagal membendung agresivitas serangan Spanyol yang terus meningkat di babak kedua.
Hasil ini memperpanjang tren positif Spanyol yang belum terkalahkan di turnamen ini. Dengan Yamal yang mulai menemukan sentuhan golnya, lini depan Spanyol kini memiliki lebih banyak opsi berbahaya. Langkah mereka selanjutnya akan ditunggu oleh lawan yang lebih berat di perempat final.
Yamal sendiri enggan berpuas diri. “Ini baru awal. Saya ingin terus membantu tim meraih lebih banyak kemenangan. Sujud syukur tadi adalah rasa terima kasih saya kepada Tuhan atas momen ini,” katanya singkat usai laga.