ACEH — Keputusan RUPS tersebut menggantikan Tri Andayani dan Anik Hidayati. Posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko kini diisi oleh Triswahyu Herlina.
Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menilai perombakan ini berisiko tinggi bagi masa depan perusahaan pelat merah tersebut.
“Jadi masa kejayaan Pelni ini sudah redup, tiba-tiba direksi diganti dengan orang yang background-nya tidak tahu bisnis maritim, tambah mau dibawa ke mana, apa terobosan dirut baru?” ujar Siswanto di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Budi Setyawan Wijaya sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi (InJourney Aviation Services/IAS), perusahaan pengelola layanan bandara. Ia juga pernah menjadi Komisaris Telkomsigma (2023-2025) dan Direktur Strategic Portfolio PT Telkom Indonesia Tbk (2020-2025).
Portofolio Budi di bidang transformasi bisnis dan digitalisasi memang kuat. Namun, tidak ada satu pun pengalaman operasional di sektor logistik laut, manajemen kapal, atau kepelabuhanan dalam rekam jejaknya.
Pelni mengelola puluhan kapal penumpang dan kargo yang melayani rute antar-pulau di seluruh Indonesia. Bisnis ini sangat spesifik dan rentan terhadap faktor cuaca, efisiensi bahan bakar, serta perawatan armada yang mahal.
Berikut tiga pekerjaan rumah utama yang harus segera dijawab oleh Budi dan jajarannya:
Bagi pengguna jasa Pelni, arah baru perusahaan akan sangat terasa dalam satu hingga dua tahun ke depan. Jika direksi gagal meningkatkan efisiensi, tarif tiket dan biaya logistik antar-pulau berpotensi tidak kompetitif.
Sebaliknya, jika latar belakang digital dan restrukturisasi Budi berhasil diterapkan, layanan pemesanan tiket dan pelacakan kargo bisa menjadi lebih transparan. Namun, pengamat maritim meragukan efektivitas formula bisnis telekomunikasi jika diterapkan mentah-mentah di bisnis kapal.
“Mau dibawa ke mana Pelni?” tegas Siswanto, mempertanyakan visi jangka panjang perusahaan di bawah nahkoda baru yang tidak memiliki akar di industri pelayaran.
Prospek jangka pendek masih diselimuti ketidakpastian. Pasar akan menunggu Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang diajukan direksi baru. Kunci suksesnya ada pada kemampuan Budi merangkul para direktur operasional yang paham seluk-beluk laut.
Masyarakat di Indonesia timur dan daerah terpencil yang bergantung pada kapal Pelni sebagai satu-satunya moda transportasi umum menjadi pihak paling rentan. Jika efisiensi tidak tercapai, mereka akan menanggung beban kenaikan tarif atau berkurangnya frekuensi pelayaran.