Dr. Misran Fuadi bukan wajah baru di birokrasi Aceh. Sebelum menjabat, ia dikenal sebagai birokrat dengan pengalaman panjang di pemerintahan daerah. Gubernur Muzakir Manaf berharap pejabat baru ini mampu menjalankan amanah secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Dalam sambutannya, Gubernur Aceh menekankan bahwa Dinas Syariat Islam memiliki peran strategis dalam menjaga kekhususan daerah. Ia meminta agar implementasi syariat Islam di Aceh terus diperkuat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki provinsi.
“Pejabat yang baru dilantik harus mampu memperkuat implementasi syariat Islam di Aceh sesuai dengan kewenangan dan kekhususan daerah,” ujar Muzakir Manaf dalam prosesi yang dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Aceh dan tamu undangan.
Pemerintah Aceh menargetkan program pembinaan, pengawasan, dan pengembangan syariat Islam dapat berjalan lebih optimal di bawah kepemimpinan Misran Fuadi. Harapannya, manfaat dari program-program ini bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Aceh.
Pelantikan ini menjadi sinyal bahwa pemprov serius mendorong birokrasi yang profesional di lingkungan Dinas Syariat Islam. Tidak hanya soal ritual keagamaan, tetapi juga pelayanan publik yang berbasis nilai-nilai Islam.
Dinas Syariat Islam selama ini menjadi garda depan dalam penerapan qanun dan regulasi berbasis syariat di Aceh. Dengan pergantian pucuk pimpinan, publik berharap ada penyegaran dalam tata kelola dan pendekatan dakwah yang lebih inklusif.
Dr. Misran Fuadi diharapkan mampu menjembatani antara kebutuhan birokrasi modern dengan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat Aceh. Pelantikan ini menjadi langkah awal dari serangkaian program yang akan dicanangkan dalam waktu dekat.