BIREUEN — Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak ingin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) hanya menjadi badan hukum tanpa manfaat nyata bagi anggota. Karena itu, sebanyak 200 pengurus koperasi dari seluruh kecamatan di Bireuen dibekali pelatihan pengelolaan usaha yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Pelatihan dibagi dalam empat angkatan. Masing-masing angkatan diikuti 50 peserta. Angkatan pertama resmi dibuka Sekretaris Daerah Bireuen, Ismunandar, yang mewakili Bupati Mukhlis, di Aula Kantor Dinas Syariat Islam Bireuen.
“Koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berlandaskan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kemandirian,” kata Ismunandar dalam sambutannya.
Dalam sambutan tertulis Bupati Mukhlis yang dibacakan Sekda, keberhasilan koperasi tidak cukup hanya dengan terbentuknya badan hukum. Pengurus harus mampu mengelola organisasi secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.
“Jadikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang mampu menggerakkan sektor pertanian, perdagangan, jasa, industri rumah tangga, serta potensi unggulan lainnya sesuai karakteristik wilayah masing-masing,” tegas Ismunandar membacakan pesan Bupati.
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan koperasi melalui pembinaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas SDM. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan juga akan terus dibangun agar koperasi tumbuh menjadi lembaga ekonomi rakyat yang kuat dan berdaya saing.
Pelaksana Tugas Kepala Disdagperinkop dan UKM Bireuen, Julfikar, melaporkan pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Juni 2026. Materi yang diberikan mencakup prinsip-prinsip perkoperasian, tata kelola kelembagaan, penyusunan rencana kerja dan anggaran, pengelolaan usaha dan keuangan, hingga mekanisme pengawasan sesuai perundang-undangan.
Julfikar menekankan bahwa integritas pengurus dan pengelola menjadi kunci utama. Ia menyoroti masih banyak koperasi yang belum melakukan transformasi digital, padahal transparansi sangat dibutuhkan agar pengelolaan koperasi semakin sehat dan akuntabel.
“Integritas pengurus dan pengelola koperasi menjadi kunci utama dalam mengelola koperasi. Masih banyak koperasi yang belum melakukan transformasi digital, padahal transparansi sangat dibutuhkan agar pengelolaan koperasi semakin sehat dan akuntabel,” kata Julfikar.
Melalui pelatihan ini, para pengurus diharapkan mampu membangun sistem manajemen yang baik, memperkuat pengendalian internal, serta meminimalkan praktik yang merugikan anggota. Targetnya, koperasi desa di Bireuen bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang bersih dan profesional. (Hermanto)