4 Putra Aceh Singkil Resmi Sandang Baret TNI AD Gelombang 1 2026, Salah Satunya Anak Jurnalis Senior

Penulis: Yasir  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 21:31:01 WIB
Empat putra Aceh Singkil resmi menyandang baret TNI AD Gelombang 1 TA 2026.

ACEH SINGKIL — Tradisi pembaretan TNI AD Gelombang 1 TA 2026 yang digelar di Aceh Besar pada 21 Juni lalu menjadi momen haru bagi keluarga besar jurnalis senior Aceh Singkil, Khalikul Sakda Berutu. Putranya, Prada Ardi Atmayanto Derexy Berutu, resmi menyandang baret infanteri setelah menyelesaikan pendidikan Dikjurbaif Abit Dikmabaif dan Dikjurtaif Abit Dikmatif.

Empat Putra Ujung Bawang Lolos Pendidikan Militer

Dari ratusan prajurit infanteri tamtama yang mengikuti prosesi tersebut, terdapat empat nama asal Desa Ujung Bawang, Aceh Singkil. Mereka adalah Ananda Wahyu Dalnaro, Ardy Atmayanto Derexy, Jerry, dan Putra Dedek. Keempatnya berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan hingga upacara pembaretan.

Khalikul Sakda Berutu, yang akrab disapa Sakda, mengatakan bahwa sejak kecil Ardi—sapaan akrab Prada Ardi—sudah menunjukkan bakat dan cita-cita di bidang kemiliteran. "Memang sejak kecil Ardi sudah menunjukkan bakat kemiliteran sebagai cita-citanya," kata Sakda kepada awak media, Selasa (23/6/2026).

Penempatan Tugas Tersebar di Tiga Kodam

Usai upacara pembaretan, panitia mengumumkan penempatan tugas bagi seluruh prajurit. Keempat putra Aceh Singkil ini akan bertugas di tiga kodam berbeda di Pulau Jawa. Ananda Wahyu Dalnaro dan kawan-kawan akan ditempatkan di Kodam III/Siliwangi (Bandung), Kodam IV/Diponegoro (Yogyakarta), dan Kodam V/Brawijaya (Surabaya).

Penempatan tersebut diumumkan pada hari yang sama dengan penutupan acara. Momen itu juga menjadi ajang bagi para orang tua untuk memberikan dukungan moral secara langsung kepada putra mereka.

Doa dan Harapan dalam Nasi Tumpeng

Salah satu orang tua, Yanti Br Berampu, memberikan nasi tumpeng kepada Ananda Wahyu Dalnaro. Tradisi tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar sang anak senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan amanah dalam menjalankan tugas negara. "Saya berharap anak saya selalu rendah hati dan patuh kepada atasan," ujar Yanti.

Sakda menambahkan, tradisi pembaretan bukan sekadar seremoni formal. Menurutnya, prosesi itu menjadi simbol kedewasaan dan kesiapan para prajurit muda dalam mengemban tugas negara. "Tradisi pembaretan ini tidak hanya menjadi simbol kedewasaan dan kesiapan para prajurit muda dalam mengemban tugas negara, tetapi juga menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam perjalanan karier militer putra mereka," tambah Sakda.

Semangat Sapta Marga untuk Bangsa

Dengan semangat Sapta Marga yang berkobar, keempat prajurit muda ini siap menghadapi tantangan baru di medan tugas masing-masing. Sakda menegaskan, mereka bertekad membawa nama baik kampung halaman serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. "Dengan semangat sapta marga yang berkobar, para prajurit ini siap menghadapi tantangan baru di medan tugas masing-masing dalam membawa nama baik kampung, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara," pungkasnya tegas.

Reporter: Yasir
Sumber: lingkaranistana.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top