BANDA ACEH — Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengkonfirmasi tambahan satu jemaah wafat pada Selasa (23/6) setelah mendapat perawatan di Makkah. Korban adalah Fatimah Basyah (76), anggota Kloter 9 asal Kabupaten Aceh Jaya, yang meninggal di Rumah Sakit King Abdul Aziz akibat sakit paru-paru.
Ratusan jemaah haji asal Aceh yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci harus menyisakan duka. Dari data PPIH, penyebab kematian paling banyak adalah gangguan pernapasan akut dan komplikasi penyakit. Muhammad Thaib (75), jemaah Kloter 13 asal Pidie Jaya, meninggal di RS King Abdul Aziz akibat gangguan pernapasan akut. Sementara itu, Nurdin Ali (69) dari Kloter 10 asal Pidie wafat di Hotel Burj Al Wahda Al Mutamayyiz Makkah karena serangan jantung.
Jemaah lain yang wafat meliputi Aisyah Abdullah Nanggroe (92) dari Kloter 7 asal Aceh Timur yang meninggal di dalam pesawat saat perjalanan pulang, serta Cut Salimah (81) dari Kloter 10 asal Pidie yang wafat di RS GNP Jeddah. Mustafa Ismail (69) dari Banda Aceh juga meninggal di RS King Abdul Aziz akibat gangguan pernapasan.
Seluruh jenazah telah dimakamkan sesuai prosedur. Arijal menjelaskan, jemaah yang wafat di Makkah dimakamkan di pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram. Sementara itu, jemaah yang meninggal di Madinah, seperti Dedeng Trisulo dari Lhokseumawe dan Razali Mahmud Ben dari Langsa, dimakamkan di pemakaman Baqi.
Hingga berita ini diturunkan, tiga jemaah asal Aceh masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Arab Saudi, baik di wilayah Makkah maupun Madinah. PPIH belum merinci identitas dan kondisi terkini ketiga pasien tersebut.
Berikut daftar lengkap 18 jemaah haji Aceh yang wafat di Tanah Suci: Fatimah Basyah (Aceh Jaya), Muhammad Thaib (Pidie Jaya), Aisyah Abdullah Nanggroe (Aceh Timur), M Natsir Muhammad Isa (Pidie Jaya), Cut Salimah (Pidie), Mustafa Ismail (Banda Aceh), Busra Bustamam Jamil (Aceh Selatan), Dedeng Trisulo (Lhokseumawe), Razali Mahmud Ben (Langsa), Muhammad Yusuf bin Nafi (Bireuen), Nurdin Ali (Pidie), Mahdi Muhammad Sufi (Aceh Besar), Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh (Pidie), Sulasry Abdul Gani (Bireuen), Aminah Ahmad (Pidie Jaya), Siti Salmijah (Pidie Jaya), Maimunah Yusuf Ali (Aceh Tamiang), dan Nurwaida Muhammad Yusuf (Bireuen).