Wali Kota Sabang Optimalkan Kawasan Bebas FTZ untuk Dongkrak Ekonomi, Target Jadi Hub Internasional

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18:31 WIB
Wali Kota Sabang menegaskan pentingnya pengembangan kawasan FTZ sebagai hub internasional di Selat Malaka.

SABANG — Pemerintah Kota Sabang bertekad mengubah tantangan ekonomi menjadi peluang dengan memaksimalkan potensi free trade zone (FTZ) yang dimiliki daerahnya. Langkah ini dinilai krusial untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi kondisi pascabencana dan keterbatasan fiskal daerah.

Posisi Strategis di Jalur Pelayaran Tersibuk Dunia

Wali Kota Sabang, Zulkifli Adam, menekankan bahwa Sabang bukan sekadar kawasan bebas. Kota ini berada di titik paling barat Indonesia dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

"Sabang dapat dikembangkan menjadi hub internasional. Maka, tidak ada alasan bagi kita berdiam diri. Kita harus berani mengambil arah strategis demi Sabang yang lebih maju dan berdaya saing," kata Zulkifli dalam rapat paripurna istimewa DPRK Sabang dalam rangka HUT ke-61 Kota Sabang, Kamis.

Peluang Investasi dari Energi hingga Pariwisata

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkot Sabang menyiapkan sejumlah inisiatif strategis. Salah satu yang utama adalah penguatan layanan ship to ship (STS) untuk aktivitas bongkar muat minyak di perairan Sabang. Dukungan pemerintah pusat pun diharapkan untuk merealisasikan hal ini.

Selain sektor maritim, potensi energi panas bumi (geothermal) di kawasan Jaboi juga akan didorong melalui kerja sama dengan PLN. Di sektor pariwisata, promosi Sabang akan digencarkan di berbagai bandara dengan dukungan Angkasa Pura, sekaligus mengupayakan pembukaan kembali rute penerbangan Sabang-Medan.

Dampak Ekonomi dari Proyek Mubadala Energy pada 2027

Zulkifli mengungkapkan, pada 2027 mendatang, aktivitas lepas pantai (offshore) dari Mubadala Energy diperkirakan akan memanfaatkan fasilitas pelabuhan CT-3 BPKS. Hal ini dinilai akan semakin memperkuat peran strategis Sabang dalam menopang kegiatan ekonomi dan logistik di kawasan barat Indonesia.

"Berbagai inisiatif ini harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk membuka peluang investasi sektor maritim dan energi secara lebih terukur dan berkelanjutan demi kemajuan dan meningkatnya ekonomi di Sabang," ujar Zulkifli.

Tantangan di Usia ke-61 dan Semangat Kolaborasi

Di usianya yang ke-61, Sabang masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama perlambatan ekonomi. Namun, Wali Kota optimistis dengan posisi geografis dan kekayaan bahari yang dimiliki.

"Tetapi, dibalik setiap tantangan, selalu tersimpan peluang yang menunggu untuk dijemput. Apalagi Sabang memiliki posisi strategis, kekayaan bahari, serta identitas sebagai Titik Nol Kilometer Indonesia yang tidak ternilai," pungkasnya.

Pemkot Sabang pun akan memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk mengoptimalkan FTZ, menarik investasi, mengembangkan UMKM, serta melakukan inovasi tata kelola pemerintahan yang lebih responsif.

Reporter: Sutomo
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top