BANDA ACEH — Ketua PW IPARI Aceh Dra Hj Evi Sri Rahayu MSos menekankan bahwa penguasaan teknologi digital mutlak dimiliki penyuluh agama. Menurutnya, penyuluh adalah ujung tombak pembinaan masyarakat yang harus responsif terhadap perubahan zaman.
“Dengan mengemban amanah tersebut diharapkan para penyuluh agama mampu menjadi penyuluh yang profesional. Untuk menyikapi hal tersebut maka dilakukan pelatihan ini,” kata Evi Sri Rahayu yang juga Ketua Tim Penyuluh Kanwil Kemenag Aceh.
Pelatihan mengusung tema “Melalui Optimalisasi Learning Management System (LMS), Mewujudkan Konselor Agama Islam yang Kompeten, Profesional dan Kompetitif di Era Transformasi Digital”. LMS merupakan sistem yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, mengelola, dan memantau program pembelajaran online.
Sistem ini berfungsi sebagai ruang kelas virtual yang mengondisikan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat). Paket pelatihan saat ini diberikan melalui berbagai aplikasi seperti Omtec dan LMS.
Panitia menghadirkan Syahrati MSi sebagai narasumber untuk meningkatkan kompetensi para penyuluh. Pelatihan berlangsung tertib, lancar, dan interaktif—banyak peserta mengajukan pertanyaan yang direspons positif oleh narasumber.
Evi Sri Rahayu menambahkan, pelatihan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan mencetak penyuluh profesional di tengah transformasi digital. Dengan mengoptimalkan LMS, diharapkan kualitas bimbingan keagamaan kepada masyarakat semakin meningkat.