Antrean Kendaraan Mengular di SPBU, Pertamina Siagakan Terminal BBM 24 Jam Nonstop

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:55:31 WIB
Antrean kendaraan mengular di SPBU akibat lonjakan pembelian BBM pasca-libur panjang.

ACEH — Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi itu memastikan stok BBM secara nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Meski begitu, distribusi di lapangan sempat tersendat akibat volume pembelian yang melonjak di luar perkiraan normal. Manajemen Pertamina pun memutuskan untuk mengubah jam operasional terminal-terminal utama menjadi 24 jam sebagai langkah darurat.

Mengapa Antrean Terjadi?

Lonjakan permintaan BBM ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan mobilitas masyarakat pasca-libur panjang dan distribusi yang belum merata di titik-titik permintaan tinggi. Alhasil, sejumlah SPBU di jalur utama dan perkotaan harus melayani antrean kendaraan yang mengular hingga ratusan meter.

Pertamina menekankan bahwa situasi ini bukan akibat kelangkaan pasokan, melainkan ketimpangan distribusi di jam sibuk. Dengan mengaktifkan terminal 24 jam, perusahaan dapat mengisi ulang tangki SPBU pada malam hari saat permintaan di jalanan mulai menurun.

Dampak Langsung ke Pengendara

Bagi pengendara, langkah ini berarti pasokan BBM di SPBU akan lebih stabil, terutama pada pagi dan sore hari yang biasanya menjadi waktu puncak antrean. Pengemudi taksi online, sopir angkutan umum, dan pengendara roda dua menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya karena mereka bergantung penuh pada ketersediaan BBM harian.

Seorang pengendara di Jakarta mengaku sebelumnya harus menunggu hingga satu jam hanya untuk mengisi bensin. "Sekarang lebih cepat, semoga ini berkelanjutan," ujarnya saat ditemui di SPBU kawasan Cawang.

Langkah Selanjutnya

Pertamina akan terus memantau kondisi di lapangan secara real-time. Jika tekanan permintaan masih tinggi, perusahaan tidak menutup kemungkinan memperpanjang status operasi 24 jam di terminal lain di luar Pulau Jawa. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian panik, karena stok nasional dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga periode libur akhir tahun.

Langkah ini menjadi uji coba bagi Pertamina dalam mengelola distribusi energi di tengah fluktuasi permintaan yang kian tidak menentu. Ke depan, perusahaan berencana mengintegrasikan data konsumsi SPBU secara digital agar pola lonjakan bisa diprediksi lebih awal.

Reporter: Ragil
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top