BANDA ACEH — Peluang pengembangan energi bersih di Aceh kian terbuka lebar. Pemerintah Aceh secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di daerah tersebut. Kesepakatan ini muncul setelah pertemuan antara Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, dengan perwakilan PLN Pusat dan PLN di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Aceh dinilai memiliki prospek cerah untuk pengembangan PLTS. Faktor utama yang mendorong optimisme ini adalah intensitas penyinaran matahari yang tinggi serta ketersediaan lahan di sejumlah wilayah. "Potensi energi surya yang dimiliki Aceh perlu dikelola secara optimal melalui sinergi seluruh pihak," ujar M Nasir dalam keterangannya, Sabtu.
Pemerintah daerah meyakini, pengelolaan potensi ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru. Sektor energi terbarukan dipandang sebagai salah satu solusi untuk menciptakan lapangan kerja dan menarik investasi di tengah transisi menuju energi bersih nasional.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara spesifik mengenai prospek pengembangan PLTS di Aceh. M Nasir menegaskan bahwa pemerintah provinsi membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah pusat, BUMN, dan investor. Tujuannya jelas: mempercepat realisasi proyek energi baru terbarukan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.
"Pemerintah Aceh menyambut baik setiap inisiatif yang dapat mempercepat pemanfaatan energi bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," tegas M Nasir. Ia menambahkan, pengembangan PLTS sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya mengandalkan sumber daya fosil.
Setelah pertemuan di Jakarta, pemerintah Aceh dan PLN sepakat untuk segera merumuskan langkah-langkah teknis yang diperlukan. Fokus utama adalah memastikan potensi energi surya di Aceh tidak hanya menjadi wacana, tetapi bisa diwujudkan menjadi proyek yang memberikan dampak langsung.
"Perlu tindak lanjut seluruh pihak mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya di Aceh, sehingga dapat mendukung target transisi energi nasional sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan," demikian M Nasir menutup pernyataannya. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi percepatan adopsi energi terbarukan di luar Pulau Jawa.