ACEH — Gelaran Kapolresta Cilacap Cup Drag Bike 2026 sukses memecah kebekuan di Cilacap pada akhir pekan lalu. Ribuan pasang mata memadati sisi lintasan Jalan S. Parman sejak pagi, menyaksikan langsung para pebalap beradu cepat meraih catatan waktu terbaik di setiap kelas yang dilombakan.
Panitia sengaja memilih jarak tempuh 201 meter, bukan 201 meter standar pada umumnya. Jarak ini dinilai cukup representatif untuk menguji karakter mesin dan kemampuan reaksi pebalap dalam akselerasi penuh tanpa terlalu membebani ban belakang.
Setiap pebalap hanya punya waktu beberapa detik untuk membuktikan setelan mesin dan strategi start mereka. Lintasan non-permanen aspal jalan raya yang ditutup untuk umum ini menambah tingkat kesulitan tersendiri, terutama dalam hal traksi ban.
Bukan hanya pebalap yang jadi pusat perhatian. Masyarakat Cilacap dan sekitarnya memadati area balap sejak sesi pemanasan. Mereka berdiri berlapis di sepanjang pembatas lintasan, menyemangati pebalap favorit masing-masing.
Suasana ini membuktikan bahwa drag bike masih menjadi salah satu cabang otomotif paling digemari di kota-kota pesisir Jawa Tengah. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi komunitas motor dan bengkel modifikasi lokal.
Data hasil akhir dari BGSPORTIMING mencatat beberapa nama pebalap lokal berhasil mencatatkan waktu impresif. Sayangnya, rincian lengkap catatan waktu per kelas belum dirilis secara resmi oleh panitia hingga berita ini diturunkan.
Namun, dari pantauan di lintasan, kelas bebek 4-tak 150 cc dan kelas matik 200 cc menjadi dua kelas yang paling ketat persaingannya. Beberapa pebalap dari Cilacap dan Banyumas saling kejar mengejar catatan waktu hingga babak final.
Menariknya, ajang Kapolresta Cilacap Cup Drag Bike 2026 ini juga dirangkaikan dengan gelaran Black Drag Bike 2025 Seri III Purwokerto -- BlackXperience. Kolaborasi dua event ini sukses mendatangkan lebih banyak peserta dari luar kota, sekaligus menambah variasi kelas yang dipertandingkan.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, publik Cilacap sudah menantikan gelaran serupa di tahun depan. Ajang ini bukan hanya soal balapan, tetapi juga menjadi roda penggerak ekonomi dan pariwisata lokal.