Bulog Siapkan 200 Ribu Ton Beras Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan UEA

Penulis: Sutomo  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:31:01 WIB
Bulog siapkan 200 ribu ton beras premium untuk ekspor ke Malaysia, Singapura, dan UEA.

ACEH — Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa persiapan pengiriman sudah berada di tahap akhir. "Beras premium pecahan 5 persen kami sekarang stok ada sekitar 200 ribu standby. Kalau sewaktu-waktu diminta cepat, kami bisa kirimkan," kata Rizal di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Senin pekan ini.

Rincian Pesanan: Malaysia Paling Besar, UEA Jadi Langganan Bulanan

Dari total 200 ribu ton yang disiapkan, Malaysia menjadi tujuan terbesar dengan volume 200 ribu ton. Sisanya, 10 ribu ton akan dikirim ke Singapura. Yang menarik, Bulog juga meneken komitmen ekspor rutin ke Uni Emirat Arab sebesar 50 ribu ton per bulan.

Rizal menyebutkan, potensi pasar masih terbuka lebar ke negara tetangga lainnya. "Ditambah lagi ke depan adanya potensi (ekspor beras) ke negara-negara tetangga kita, Timor Leste maupun PNG (Papua Nugini)," ujarnya.

Sertifikasi Mutu Sudah Rampung, Bapanas Terbitkan Health Certificate

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan seluruh dokumen ekspor telah lengkap. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan pihaknya telah menerbitkan sertifikasi mutu dan Health Certificate (HC) untuk beras yang akan dikirim.

"Oh iya (ada pendampingan). Kalau terkait dengan mutu pangan, itu kita melakukan sertifikasi. Bukan hanya HC, tapi premium maupun medium. Jadi mutu beras, terkait dengan mutu beras," kata Andriko.

Health Certificate sendiri menjadi syarat wajib ekspor sebagai bukti bahwa produk pangan telah memenuhi standar keamanan pangan negara tujuan.

Mentan Buka Peluang Kerja Sama BUMN-Swasta Singapura

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut membahas peluang ekspor ini dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Jakarta, Senin. Menurut Amran, ekspor beras ke Singapura bukan hal baru karena selama ini sudah berjalan lewat jalur swasta. Namun, yang baru kali ini adalah skema kerja sama langsung antara BUMN Indonesia dengan mitra swasta di Singapura.

Amran menegaskan, kondisi produksi dan cadangan beras nasional saat ini sangat kuat. Stok beras pemerintah yang mencapai 5,1 juta ton bahkan memaksa Bulog menyewa gudang tambahan karena kapasitas gudang sendiri hanya 3 juta ton. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama dibukanya keran ekspor.

Dengan rampungnya sertifikasi dan adanya komitmen dari tiga negara, Bulog menargetkan pengiriman perdana bisa dilakukan dalam waktu dekat. Langkah ini tidak hanya membuka pasar baru bagi beras Indonesia, tetapi juga menjadi strategi untuk mengelola stok beras nasional yang melimpah agar tidak terbuang sia-sia.

Reporter: Sutomo
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top