LHOKSEUMAWE — Tiga fasilitator yang terdiri dari Rahmia Dewi M.Psi, dosen Psikologi Unimal, serta Upi Sufriana S.Psi dan Mira Novita S.Psi, alumni yang kini bertugas sebagai konselor di UPTD PPA Aceh Utara, memandu puluhan peserta dalam rangkaian aktivitas pemulihan. Mereka mengajak para penyintas mengikuti senam pagi, permainan membangun kebersamaan, refleksi diri, hingga sesi “Jaring Kekuatan” dan “Pohon Harapan”.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Aceh Utara, Fakruradhi MH, menekankan bahwa pemulihan korban kekerasan tidak cukup hanya dengan penanganan hukum dan perlindungan fisik. Menurutnya, pendampingan psikologis yang berkelanjutan menjadi kunci agar para penyintas bisa kembali membangun rasa percaya diri dan optimisme. “Kegiatan seperti support group menjadi ruang yang sangat penting untuk membantu para korban,” ujarnya saat membuka acara.
Rahmia Dewi menjelaskan, pendekatan ini memberi kesempatan bagi sesama penyintas untuk saling menguatkan melalui pengalaman yang mereka miliki. Dukungan dari orang yang mengalami situasi serupa dinilai mampu mempercepat proses pemulihan psikologis sekaligus membangun ketahanan mental. “Kami berharap para peserta menyadari bahwa mereka tidak sendiri. Melalui kebersamaan dan dukungan dari sesama penyintas, mereka dapat menemukan kekuatan baru untuk bangkit serta melanjutkan proses pemulihan dengan lebih percaya diri,” katanya.
Sepanjang dua hari, peserta mengikuti sesi yang dirancang secara interaktif dan menyenangkan. Latihan mengenali potensi dan kekuatan diri, sesi berbagi pengalaman, serta diskusi reflektif menjadi agenda utama. Suasana hangat dan penuh empati sengaja diciptakan agar para penyintas bisa mengekspresikan emosi tanpa rasa takut maupun stigma.
Sejumlah peserta mengaku merasakan manfaat langsung setelah mengikuti kegiatan tersebut. Selain memberikan pengalaman yang menyenangkan, support group membantu mereka merasa lebih rileks, mengurangi beban psikologis, meningkatkan kesehatan mental, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi masa depan. Dukungan yang terbangun antarpeserta menjadi sumber kekuatan baru dalam proses pemulihan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Psikologi Universitas Malikussaleh, UPTD PPA Aceh Utara, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Juwoi Juariah SH, serta Kepala UPTD PPA Aceh Utara, Nurmiati MAP.
Fakruradhi berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini bisa menjadi model dalam memberikan layanan pendampingan psikososial bagi korban kekerasan. Dengan adanya dukungan dari akademisi dan konselor profesional, proses pemulihan para penyintas di Aceh Utara diharapkan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.