Tiga Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah Tak Timbulkan Korban Jiwa, Satu Keluarga Terdampak di Langsa

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 13:05:01 WIB
Kebakaran lahan seluas dua hektare terjadi di Langsa, Aceh, akibat pembakaran sampah oleh warga.

LANGSA — BNPB mencatat tiga peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi secara beruntun di Pulau Jawa dan Sumatera pada akhir pekan lalu. Meskipun melahap puluhan hektare lahan, seluruh kejadian dilaporkan nihil korban jiwa. Satu keluarga di Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, menjadi satu-satunya pihak yang mengalami kerugian material akibat peristiwa tersebut.

Kebakaran di Langsa Dipicu Pembakaran Sampah

Kebakaran lahan di Aceh terjadi pada Minggu (28/6) di Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro. Api menghanguskan lahan seluas dua hektare. Kepala Pusat Data BNPB Abdul Muhari mengonfirmasi bahwa api dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah oleh warga.

"Kebakaran seluas dua hektare di Aceh dipicu oleh pembakaran sampah dan berdampak material pada satu keluarga tanpa korban jiwa," ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Selasa (30/6).

BPBD Kota Langsa bergerak cepat dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki air. Tim gabungan berhasil memadamkan api pada hari yang sama, sehingga api tidak merembet ke permukiman lain.

Kebakaran di Sukoharjo dan Sumedang Berhasil Dipadamkan

Dua peristiwa kebakaran lainnya terjadi di Pulau Jawa. Kebakaran pertama melanda lahan seluas empat hektare di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu (27/6) malam. Api berhasil dipadamkan keesokan harinya oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Tidak ada warga yang terdampak dalam insiden tersebut.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan ketiga terjadi di Desa Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan luas lahan terbakar mencapai dua hektare. Tim gabungan yang diterjunkan berhasil mengendalikan api dengan bantuan satu mobil tangki air. Hingga saat ini, penyebab kebakaran di Sumedang masih dalam penyelidikan.

BNPB Minta Pemda Intensifkan Patroli dan Deteksi Dini

Menyikapi meningkatnya potensi kebakaran di musim kemarau, BNPB telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh pemerintah daerah. Abdul Muhari meminta daerah-daerah rawan untuk segera mengoptimalkan upaya konservasi air dan menyiapkan armada distribusi air bersih.

"Kami meminta pemerintah daerah di wilayah rawan untuk segera mengoptimalkan upaya konservasi air, menyiapkan armada distribusi air bersih, serta memperkuat deteksi dini titik panas yang muncul," tegas Muhari.

BNPB juga mendorong pemda untuk memetakan sumber air alternatif sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan-lahan. Langkah patroli terpadu di tingkat desa dan kecamatan dinilai krusial untuk mencegah peristiwa serupa meluas.

Reporter: Sutomo
Sumber: jatim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top