Universitas Syiah Kuala Susun Grand Design Kearsipan Digital, Aceh Ditarget Jadi Pusat Referensi Arsip Kebencanaan Nasional

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 20:59:31 WIB
Universitas Syiah Kuala susun grand design kearsipan digital untuk mendukung Satu Data Indonesia.

BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) tidak hanya ingin merapikan dokumen lama. Melalui penyusunan grand design sistem informatika kearsipan nasional, kampus tertua di Aceh ini menargetkan transformasi digital yang lebih ambisius: menjadikan data riset dan ekosistem pengetahuan kampus sebagai knowledge hub yang bisa diakses publik luas.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan USK, Dr. Fairuzzabadi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mewujudkan Satu Data Indonesia. “Kami berkomitmen penuh untuk menyumbangkan data riset dan ekosistem pengetahuan kampus agar bermanfaat luas bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya dalam diskusi strategis di VIP Gedung AAC Dayan Dawood, Selasa (30/6/2026).

Aceh Jadi Rujukan Arsip Bencana Nasional

Diskusi tersebut menghadirkan dua pakar nasional, yakni Riko Priyatmo Ramudin dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Novi Savarianti Fahrani dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Riko menekankan pentingnya integrasi sistem kearsipan sebagai implementasi Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Yang menarik, Riko juga menyebut bahwa Aceh akan menjadi pusat referensi arsip kebencanaan nasional. Mengingat pengalaman provinsi ini menghadapi tsunami 2004 dan berbagai bencana alam lainnya, arsip kebencanaan dari Aceh dinilai memiliki nilai historis dan edukatif yang tinggi bagi seluruh Indonesia.

41 SDM Kearsipan Siap Digerakkan

Kepala Arsip dan Museum USK, Husni Friady, M.M., membeberkan kesiapan institusinya. USK saat ini memiliki 41 sumber daya manusia (SDM) di bidang kearsipan dengan berbagai jenjang keahlian. Mereka mengelola 108 unit kearsipan dari total 302 unit kerja yang ada di lingkungan kampus.

“Kami siap bersinergi untuk memastikan sistem kearsipan USK semakin adaptif dan terstandarisasi,” kata Husni. Dengan jumlah SDM yang cukup besar, USK dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi pionir transformasi digital kearsipan di lingkungan perguruan tinggi.

Pedoman Baku untuk Instansi Pusat hingga Daerah

Penyusunan grand design ini diharapkan tidak hanya berhenti di level kampus. Fairuzzabadi menyebut bahwa dokumen ini kelak akan menjadi pedoman baku bagi instansi pusat, daerah, dan perguruan tinggi lain dalam mewujudkan tertib administrasi kearsipan sesuai amanat UU Nomor 43 Tahun 2009.

Sinergi antara ANRI, BRIN, dan perguruan tinggi seperti USK diyakini akan menciptakan sistem yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu menjaga memori kolektif bangsa bagi generasi mendatang. “Ini bagian dari upaya membangun peradaban melalui data yang terkelola dengan baik,” pungkas Fairuzzabadi.

Reporter: Sutomo
Sumber: sagoetv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top