Wali Kota Banda Aceh Illiza Bagikan Pengalaman Bangkit dari Tsunami hingga Banjir ke 70 Delegasi Muda di Rakernas APEKSI 2026

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 21:12:01 WIB
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berbagi pengalaman kebangkitan dari tsunami dan banjir di Rakernas APEKSI 2026.

MEDAN — Perjalanan Banda Aceh dari tragedi menuju ketangguhan menjadi bahan inspirasi bagi generasi muda dari berbagai daerah. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan pengalaman tersebut di hadapan delegasi muda yang tergabung dalam kegiatan Youth City Changers (YCC), Minggu (28/6/2026). Acara yang mengusung tema "Orang Muda Tangguh untuk Indonesia" itu digelar di Le Polonia Hotel, Kota Medan.

Dari Tsunami 2004 hingga Banjir Akhir 2025

Illiza menceritakan perjalanan panjang kebangkitan Banda Aceh yang dimulai dari bencana tsunami dahsyat pada 2004. Ia juga menyoroti respons cepat Pemerintah Kota Banda Aceh saat banjir besar melanda 18 kabupaten/kota di Aceh pada akhir 2025 silam. Menurutnya, setiap bencana justru menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong.

"Saya mengajak kita semua melihat perjalanan Banda Aceh, sebuah perjalanan dari tragedi menuju ketangguhan, dan kini menuju masa depan yang dibangun bersama generasi muda," ujar Illiza dalam sesi talkshow yang juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

#BandaAcehPeduli: Bukti Kolaborasi Bukan Sekadar Infrastruktur

Dalam paparannya, Illiza menjelaskan bahwa ketangguhan tidak hanya soal membangun kembali infrastruktur yang rusak. Saat banjir besar melanda pada akhir 2025, Pemkot Banda Aceh menggerakkan program #BandaAcehPeduli. Bantuan yang dikirimkan meliputi logistik, layanan kesehatan, ambulans, trauma healing, dukungan pendidikan, hingga bantuan pemulihan infrastruktur dasar ke daerah-daerah terdampak.

"Ketangguhan adalah membangun manusia yang peduli, masyarakat yang saling menjaga, dan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan," katanya. Ia menegaskan semangat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan mitra internasional menjadi kunci utama kebangkitan Banda Aceh.

Buku "Jejak Langkah Illiza" Jadi Inspirasi Delegasi Muda

Pada kesempatan itu, Illiza juga menyerahkan buku karyanya berjudul "Jejak Langkah Illiza di Tengah Banjir Sumatera" kepada seluruh delegasi muda. Buku tersebut diharapkan menjadi sumber inspirasi mengenai kepemimpinan, kolaborasi, dan semangat kemanusiaan dalam menghadapi bencana. Melalui keikutsertaan dalam Youth City Changers, Pemkot Banda Aceh berharap pengalaman membangun ketangguhan berbasis kolaborasi bisa ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia.

Reporter: Sutomo
Sumber: noa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top