ACEH — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan DPRD Bengkulu ke kantor Pelindo Regional 2 pada Kamis (30/7) mengungkap fakta positif. Progres pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai sudah mencapai setengah dari target. Jika kedalaman 12 meter internasional terpenuhi, kapal besar bisa merapat dan seluruh komoditas unggulan daerah—mulai dari CPO, batu bara, kopi, karet, hingga kelapa—dapat langsung diekspor dari Bengkulu tanpa harus transit ke pelabuhan lain.
“Kalau sudah di atas 11 meter nanti, maka seluruh hasil komoditas dari Bengkulu bisa diekspor langsung dari sini,” kata Teuku Zulkarnain saat ditemui di lokasi sidak.
Salah satu dampak yang langsung terasa adalah kembalinya aktivitas pengiriman CPO melalui Pelindo Bengkulu. Sebelumnya, Teuku mengaku sempat melayangkan protes keras dalam hearing bersama PT Agro Mukomuko karena perusahaan tersebut memilih mengirim komoditasnya melalui Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat.
“Setelah kami melakukan pengecekan, saat ini kami mendapatkan kabar baik bahwa sejumlah perusahaan sudah kembali mengirim hasil CPO melalui Pelindo Bengkulu,” ungkap Teuku.
Kembalinya volume CPO dinilai menjadi sinyal kebangkitan aktivitas bongkar muat di pelabuhan daerah. Menurut Teuku, pendapatan sektor kepelabuhanan ikut terdongkrak, dan efek bergandanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu dari angka 5 persen menjadi 7 persen.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, menyambut baik pengawasan DPRD. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci percepatan proyek revitalisasi yang ditargetkan menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pelabuhan terbaik kedua di Indonesia setelah Tanjung Priok.
“Tentu perhatian dan pengawasan ini menjadi kolaborasi yang sangat strategis untuk memastikan program kita berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian Bengkulu,” kata Dimas.
Ia menambahkan, keberhasilan proyek ini akan memperkuat posisi Bengkulu sebagai pintu gerbang ekspor di wilayah barat Indonesia. “Kami mohon doa dan dukungan agar pekerjaan ini dapat segera selesai. Hal ini sejalan dengan tagline kami, Membangun Indonesia dari Bumi Merah Putih, Membangun Bumi Merah Putih dari Pelabuhan Pulau Baai,” tutup Dimas.