BANDA ACEH — Sebanyak 30 pelaku UMKM dari enam Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan literasi keuangan syariah yang digelar PDA Kota Banda Aceh, Ahad (28/6/2026). Masing-masing cabang mengirimkan lima peserta dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu.
Pelatihan ini merupakan hasil sinergi antara Adira Pusat dengan PP ‘Aisyiyah. PDA Kota Banda Aceh dipercaya menjadi penyelenggara untuk meningkatkan pemahaman perempuan terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, terencana, dan sesuai prinsip syariah.
Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Aceh, Ashraf, yang membuka acara secara resmi, menekankan bahwa literasi keuangan bukan sekadar soal pendapatan. “Uang adalah bagian yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Karena itu, kita perlu mengatur penggunaannya dengan bijak. Kita harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, agar uang itu bisa memberi keberkahan bagi keluarga,” ujarnya.
Ashraf menyebut program ini merupakan hasil komunikasi PWA Aceh dengan PP ‘Aisyiyah. Sebelum di Banda Aceh, pelatihan serupa telah berlangsung di Lhoksukon, Lhokseumawe, Aceh Besar, dan Aceh Barat. “Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian penguatan kapasitas ekonomi perempuan di daerah,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan di tingkat wilayah dan daerah yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ketua PDA Kota Banda Aceh, Armanisah, mengatakan pelatihan ini menjadi bekal bagi pelaku UMKM agar memahami produk keuangan syariah dan terhindar dari praktik riba. “Harapannya, peserta juga mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan konsumtif, serta memiliki keterampilan menyusun anggaran rumah tangga yang rapi dan berkah,” ujarnya.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan lembaga dan produk keuangan syariah, dakwah ekonomi ‘Aisyiyah, koperasi syariah, hingga penyusunan pohon harapan. Peserta juga dibekali pemahaman tentang perencanaan keuangan keluarga dan pengelolaan keuangan usaha.
Armanisah berharap para peserta mampu mengelola keuangan keluarga dan usaha dengan lebih terencana dan berkelanjutan. “Melalui kegiatan ini, PDA Kota Banda Aceh berharap para peserta dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan usaha berbasis nilai-nilai syariah,” pungkasnya.
Dalam arahannya, Ashraf mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan keluarga sebagaimana panduan dalam konsep keluarga sakinah. Pendapatan perlu dialokasikan secara proporsional untuk kebutuhan utama, pengembangan diri dan keluarga, serta perencanaan masa depan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun perempuan yang berkemajuan dan mandiri secara ekonomi. Armanisah menegaskan, pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya soal bisnis, tetapi juga ketahanan rumah tangga.