Gubernur Aceh Mualem Pastikan Hilirisasi Gas Blok Andaman Segera Berjalan, Target Dongkrak Ekonomi Daerah

Penulis: Saiful  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 19:20:31 WIB
Gubernur Aceh Mualem menyampaikan kesiapan hilirisasi gas Blok Andaman di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

LHOKSEUMAWE — Pemerintah Aceh menyatakan telah mendapatkan persetujuan untuk menjalankan program hilirisasi migas dari Blok Andaman. Gubernur Mualem menegaskan bahwa potensi gas alam yang melimpah di wilayah tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun industri hilir.

“Kita sudah mendapatkan lampu hijau untuk hilirisasi. Gas alam melimpah, sekarang yang terpenting adalah mempersiapkan diri dengan matang,” kata Mualem di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Bukan Sekadar Bagi Hasil, tapi Pengungkit Industri

Menurut Mualem, Blok Andaman tidak boleh hanya dipandang sebagai sumber pendapatan jangka pendek. Pemerintah Aceh menginginkan keberadaan cadangan migas ini menjadi pendorong lahirnya sektor industri yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

“Kalau hanya bicara finansial, pembahasannya sebatas pembagian hak dalam bentuk nominal rupiah. Yang kita inginkan adalah Blok Andaman menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Aceh,” ujarnya melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi.

Tahap Awal di Lapangan Gas Tengkulo dan KEK Arun

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, menjelaskan bahwa tahap awal pengembangan akan dimulai dari Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dikelola Mubadala Energy. Proyek ini akan menjadi pintu masuk bagi pengembangan industri hilir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Langkah ini disebut sejalan dengan program strategis nasional. KEK Arun Lhokseumawe telah ditetapkan sebagai salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025-2029.

Potensi Gas Melimpah, Peluang Industri Terbuka Lebar

Nurlis memaparkan, potensi gas dari Lapangan Tengkulo mencapai 300 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Namun, baru sekitar 160 MMSCFD yang telah memiliki komitmen penjualan gas kepada PLN melalui Gas Sale Agreement (GSA).

“Artinya masih tersedia peluang yang sangat besar untuk mendukung pertumbuhan industri di Aceh,” katanya.

Selain gas alam, wilayah kerja South Andaman juga diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari. Kondensat tersebut dapat diolah menjadi nafta, kerosin, dan gasoline yang menjadi bahan baku berbagai industri, termasuk kilang minyak (refinery). Sementara gas alam dapat diolah menjadi metanol dan hidrogen yang dibutuhkan dalam program biodiesel nasional.

Masyarakat Aceh Harus Siap Isi Lapangan Kerja

Pemerintah Aceh menekankan bahwa pengembangan industri hilir harus diiringi dengan peningkatan kualitas SDM. Nurlis menyebut, pengembangan pendidikan dan pelatihan perlu dipersiapkan sejak sekarang agar masyarakat Aceh mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor migas dan industri turunannya.

“Pengembangan pendidikan perlu dipersiapkan sejak sekarang. Pemerintah Aceh juga berharap Mubadala Energy dapat berperan dalam pengembangan SDM Aceh sehingga masyarakat benar-benar memperoleh manfaat dari investasi ini,” ujarnya.

Pemerintah Aceh menegaskan, seluruh proses hilirisasi akan disiapkan melalui perencanaan yang matang dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Targetnya, potensi migas Blok Andaman bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Reporter: Saiful
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top