Hadapi Kemarau Ekstrem, Kementerian PU Kerahkan Bantuan Air dan Alat Pemadam Karhutla di Tiga Wilayah, Waspadai Ancaman di Aceh

Penulis: Yasir  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 11:59:31 WIB
Personel gabungan memadamkan titik api karhutla di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Senin (3/2/2025).

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan personel, mobil tangki air, dan peralatan pemadam untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Jambi. Langkah ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi daerah rawan karhutla lainnya, termasuk Aceh, di tengah puncak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda tiga kabupaten/kota di Indonesia, sekaligus memperkuat sistem kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan. Dukungan penanganan difokuskan di Kabupaten Berau (Kalimantan Timur), Kota Palangka Raya (Kalimantan Tengah), dan Kabupaten Batanghari (Jambi).

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur yang selama ini dibangun harus berfungsi optimal dalam situasi darurat, bukan hanya untuk kebutuhan harian. "Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," ujarnya di Jakarta, Senin.

Pemadaman Terpadu di Berau dan Palangka Raya

Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Utara diterjunkan ke Kecamatan Sambaliung. Dua titik api berhasil diidentifikasi, dengan total area terbakar seluas 2,5 hektare yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan.

Operasi pemadaman berlangsung intensif sejak pukul 14.00 hingga 18.30 Wita. Kementerian PU mengerahkan kendaraan operasional untuk penyediaan air dan berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Berau, Manggala Agni, Damkarmat, TNI, Polres Berau, Berau Coal, PMI, KPHP, serta warga setempat.

Sementara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, api melalap area seluas 7,23 hektare di Jalan Nyalun Menteng, Kecamatan Jekan Raya. BWS Kalimantan II mengerahkan satu unit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter untuk memasok air bagi armada pemadam. Air diambil dari Perumdam Tirta Bahalap Palangka Raya untuk memastikan proses pengisian ulang berjalan berkelanjutan di tengah kondisi panas dan kabut asap yang menyelimuti lokasi.

Operasi Besar di Jambi dengan Sumur Air Tanah Baru

Di Kabupaten Batanghari, Jambi, penanganan karhutla terpusat di kawasan Tahura Senami/Sultan Thaha Saifuddin, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian. BWS Sumatera VI turun dengan kekuatan penuh, mengerahkan satu unit dump truck, dua pompa robin, dua selang pemadam, dua selang hisap, serta tiga tangki air portabel berkapasitas total 3.000 liter.

Kolaborasi lintas instansi berjalan di lokasi, melibatkan Manggala Agni Daops Sumatera X, TNI Koramil 04 Muara Bulian, Polsek Muara Bulian, Satgas Karhutla Provinsi Posko 6 Tahura, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPBD setempat. Tiga mobil tangki berkapasitas 5.000 liter juga disiagakan untuk memastikan pasokan air tidak terputus.

Lebih jauh, BWS Sumatera VI melakukan pemboran sumur air tanah di dua titik lokasi. Langkah ini menjadi solusi jangka pendek untuk menambah sumber air, terutama saat ketersediaan air permukaan mulai menipis akibat kemarau.

Apa Artinya bagi Aceh?

Bagi Aceh, rangkaian operasi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dini. Meski fokus penanganan Kementerian PU saat ini berada di Kalimantan dan Jambi, pola kolaborasi antara balai wilayah sungai, BPBD, TNI/Polri, dan perusahaan swasta ini bisa direplikasi saat musim kemarau melanda kawasan Sumatera bagian barat.

Kesiapan sarana seperti tangki air portabel, pompa, dan pembuatan sumur bor darurat menjadi kunci yang terbukti efektif memadamkan api dan mencegah meluasnya titik panas. Kewaspadaan terhadap potensi karhutla di lahan gambut dan semak belukar tetap menjadi prioritas seluruh pemangku kepentingan di Tanah Rencong.

Reporter: Yasir
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top