ACEH — An Se Young menutup Denmark Open 2026 dengan trofi setelah menaklukkan Akane Yamaguchi lewat pertarungan tiga gim. Kemenangan itu bukan cuma soal gelar, tapi juga memecahkan rekor legenda Indonesia, Susy Susanti. Berikut fakta-fakta di balik hasil tersebut.
Denmark Open 2026 jadi panggung pembuktian An Se Young sebagai tunggal putri paling dominan saat ini. Pebulutangkis Korea Selatan itu sempat kehilangan gim pertama dan tertinggal jauh di gim penentuan, tapi tetap keluar sebagai juara. Sejumlah catatan menarik muncul setelah laga final selesai.
Trofi Denmark Open menjadi gelar ke-47 An Se Young sepanjang karier. Raihan itu membuatnya resmi melewati koleksi Susy Susanti sebagai pemegang gelar terbanyak di nomor tunggal putri. Legenda Indonesia tersebut kini ada di posisi kedua.
Sepanjang tahun ini An Se Young sudah mengumpulkan sembilan gelar. Tiga di antaranya datang dari ajang bergengsi: Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, dan Asian Games. Kombinasi itu menegaskan posisinya di puncak tunggal putri.
Tidak semua turnamen berjalan mulus. Di All England, An Se Young kalah di final dari Wang Zhiyi. Sementara di Japan Open, ia mundur saat hendak menghadapi Nozomi Okuhara di babak 16 besar.
Dalam perjalanan menuju gelar Denmark Open, An Se Young cuma kehilangan satu gim. Itu terjadi di final melawan Akane Yamaguchi dengan skor 21-23, 21-14, 21-18. Artinya, hampir seluruh pertandingan ia selesaikan tanpa memberi kesempatan lawan.
Kemenangan di final membuat An Se Young mencatat 10 kemenangan beruntun atas Akane Yamaguchi. Rekor pertemuan keduanya kini 24-15 untuk keunggulan An Se Young. Sebelumnya Akane sempat memimpin 15-14 setelah menang terakhir kali di Korea Open 2025.
Dominasi An Se Young musim ini terlihat dari angka: sembilan gelar, rekor Susy Susanti terlewati, dan tren kemenangan atas rival utamanya masih berlanjut.