Pencarian

BRI Tanam 30 Ribu Mangrove di Demak, Sampah Plastik Jadi Pemecah Ombak

Jumat, 23 Oktober 2026 • 08:19:31 WIB
BRI Tanam 30 Ribu Mangrove di Demak, Sampah Plastik Jadi Pemecah Ombak
BRI menanam 30 ribu bibit mangrove di Desa Timbulsloko, Demak, untuk melindungi pesisir Pantai Utara Jawa dari abrasi dan banjir rob.

ACEH — BRI menanam 30 ribu bibit mangrove di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, untuk melindungi pesisir Pantai Utara Jawa dari abrasi dan banjir rob. Penanaman mangrove itu dibarengi pengolahan sampah plastik menjadi 5.000 unit Eco Hex Brick yang dirangkai jadi 28 menara pemecah ombak sepanjang 100 meter.

Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak menjadi lokasi kegiatan Demonstration Plotting Perlindungan Pantai Utara Jawa dengan Nature-based Solutions. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli itu menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan Ashaf, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Corporate Secretary BRI Dhanny, dan Bupati Demak Eisti'anah.

Bibit mangrove ditanam dengan metode rumpun berjarak. Di bagian depan area tanam, struktur pemecah ombak dibangun untuk meredam energi gelombang dan membantu pengendapan sedimen, sehingga pertumbuhan mangrove di kawasan pesisir lebih terjaga.

Mengapa Demak Jadi Prioritas

Kabupaten Demak menghadapi tekanan abrasi dan banjir rob yang datang dari beberapa arah sekaligus. Kenaikan permukaan air laut dan cuaca ekstrem bertemu dengan kondisi dataran pesisir yang rendah.

Risiko itu diperparah alih fungsi lahan mangrove, eksploitasi air tanah yang memicu penurunan muka tanah, serta tumpukan sampah plastik yang menyumbat saluran irigasi. Permukiman, lahan produktif, infrastruktur, dan mata pencaharian warga pesisir berada dalam ancaman yang sama.

Sampah Plastik Berubah Jadi Pelindung Pantai

Di Desa Berahan Kulon, BRI Peduli menjalankan Program Pengelolaan Sampah Terpadu. Fasilitas rumah produksi disediakan di tempat penampungan sementara (TPS) Berahan Kulon untuk mengolah sampah menjadi produk bernilai guna, termasuk Eco Hex Brick.

Material itu menjadi penyusun struktur pemecah ombak. Total ada 5.000 unit Eco Hex Brick yang dipakai membangun 28 menara pemecah ombak dengan panjang susunan mencapai 100 meter.

Struktur tersebut meredam energi gelombang dan mendukung pengendapan sedimen yang dibutuhkan untuk memulihkan ekosistem mangrove. Inovasi Eco Hex Brick dikembangkan bersama BRIN dan BakauMU.

Manfaat Ekonomi bagi Warga Pesisir

Agus Harimurti Yudhoyono menilai mangrove berperan meredam energi gelombang laut untuk mengurangi abrasi. Produksi Eco Hex Brick, menurutnya, ikut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir," jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Barokah Matsaeri menyampaikan hal senada. Warga berharap perlindungan pantai membuat mereka tidak lagi khawatir terhadap ancaman abrasi, sekaligus mendapat pekerjaan dari produksi material pemecah ombak.

"Kami atas nama kelompok mengucapkan terima kasih kepada BRI Peduli yang telah membantu masyarakat di desa kami. Alhamdulillah, dengan adanya upaya perlindungan pantai, kami berharap masyarakat tidak lagi merasa khawatir terhadap ancaman abrasi. Selain itu, warga kami juga mendapatkan pekerjaan melalui keterlibatan dalam produksi Eco Hex Brick, yang merupakan inovasi BRIN bersama BRI dan BakauMU," ungkapnya.

Jejak Program Sejak 2023

Corporate Secretary BRI Dhanny menyebut TJSL sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam merespons kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan.

"Bagi BRI, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui BRI Peduli, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.

Program BRI Menanam - Grow & Green diluncurkan pada 2023. Hingga kini, program itu telah menanam lebih dari 155 ribu bibit pohon dengan potensi serapan emisi 54,77 ton CO?e.

Bagi BRI, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat berjalan beriringan. Rehabilitasi pesisir di Demak menjadi contoh bagaimana satu inisiatif bisa menahan abrasi, mengurangi tumpukan sampah, dan menghadirkan penghasilan baru bagi warga dalam waktu yang sama.

Follow www.porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks