Anies Baswedan Sebut Film BAPAK PALING JUJUR Jadi Ajang Refleksi Politik

Penulis: Fajar  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 15:47:31 WIB
Anies Baswedan menghadiri penayangan film BAPAK PALING JUJUR di Studio XXI One Belpark Mall, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

ACEH — Anies Baswedan menyampaikan kesannya usai menonton film BAPAK PALING JUJUR di Studio XXI One Belpark Mall, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai film tersebut membawa penonton pada refleksi atas peristiwa politik yang tak pernah putus sambungannya. Ia pun mengaku terhibur dan menyarankan masyarakat menontonnya.

Anies Baswedan mengapresiasi kreativitas tim produksi BAPAK PALING JUJUR dalam merangkai berbagai referensi politik ke dalam cerita. Menurutnya, film itu tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka ruang perenungan bagi penontonnya.

Ia menyoroti bagaimana rangkaian peristiwa dalam film selalu terhubung dengan dinamika politik yang lebih luas. Meski latar cerita memakai nama Jakarta, Anies menilai referensinya bisa menyambung ke konteks nasional maupun daerah lain.

Pernyataan Lengkap Anies Usai Nonton

"Film ini tuh membawa kita semua untuk refleksi. Bukan saja pada peristiwa-peristiwa politik, tapi memang saya perhatikan seperti tidak ada jedanya tuh. Semua rangkaian itu selalu ada sambungannya sama peristiwa politik," ujar Anies di Jakarta.

Ia juga menyebut bahwa penggunaan nama Jakarta dalam film tidak membatasi jangkauan cerita. "Walaupun pakai namanya Jakarta, tapi ya mungkin (bisa) ke mana-mana, kan? Nyambungnya tuh ke mana-mana. Ya nasional, ya daerah lain," lanjutnya.

Anies mengaku terhibur sepanjang penayangan dan menilai unsur edukasi dalam film tetap tersampaikan tanpa mengorbankan fungsi hiburan. "Tapi di balik itu semua, sebuah film itu tugasnya menghibur. Jadi ya tentu saja kalau dia punya efek edukasional bagus, tapi baiknya sebuah hiburan, film ini menghibur dari awal sampai akhir," ungkapnya.

Ia bahkan menyarankan masyarakat, terutama yang tertarik pada dunia politik, untuk menonton BAPAK PALING JUJUR. "I enjoy the movie. This is fun, this is funny, it is entertaining," kata Anies.

Andovi da Lopez Deg-degan Duduk di Samping Anies

Andovi da Lopez mengaku sempat merasa deg-degan saat menonton film tersebut bersebelahan dengan Anies Baswedan. Salah satu alasannya, Anies dinilai mampu menangkap berbagai Easter egg atau pesan tersembunyi yang disisipkan dalam film.

"Pak Anies tuh paham lah, dia hampir semua Easter egg-nya dia suka (mengatakan) 'Tunggu, ini ini!', 'Wah ini ini ini!' He sees the details, ya," kata Andovi.

Di balik kekhawatirannya, Andovi bercerita sempat mendapat serangan di Instagram sebelum film dirilis. Ia mengaku dituding membuat film yang mendukung Anies, meski menurutnya cerita yang dihadirkan tidak berpihak kepada tokoh politik tertentu.

Referensi Politik yang Dibahas Usai Penayangan

Dalam ringkasan liputan, Anies menyoroti beragam referensi dalam film yang berkaitan dengan peristiwa politik, termasuk sindiran soal program rumah bersubsidi gratis. Referensi semacam ini yang membuat pengalaman menonton terasa lebih hidup bagi penonton yang jeli.

BAPAK PALING JUJUR sendiri menempatkan Jakarta sebagai latar cerita, dengan sejumlah elemen yang memancing tafsir politik dari penontonnya. Anies menilai pendekatan itu tetap berada dalam koridor film sebagai karya hiburan.

Komentar Anies dan Andovi memperlihatkan bahwa film ini memicu diskusi setelah penayangan, bukan hanya soal ceritanya, tetapi juga soal bagaimana referensi politik dibaca oleh penonton dari berbagai latar belakang.

Reporter: Fajar
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top