ACEH — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka pendaftaran BRIN RISE untuk Startup 2026 pada 21 Oktober–13 November 2026, dengan kuota 20 startup terpilih. Program akselerasi ini menyediakan peluang pendanaan hingga Rp300 juta per startup lewat skema RIIM Startup, khusus untuk jalur Track Baru.
BRIN RISE 2026 digelar menjelang Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 dan didukung mitra strategis Pijar Foundation. Dari 20 slot yang tersedia, 10 startup dialokasikan untuk Track Baru dan 10 lainnya untuk Track Lama.
Program ini menjembatani dua kebutuhan yang selama ini berjalan terpisah: teknologi hasil riset BRIN yang sudah terbukti di laboratorium tetapi belum masuk pasar, dan startup yang sudah punya pelanggan namun tersendat saat harus naik skala karena produksi, perizinan, atau pembiayaan belum siap.
Track Baru ditujukan bagi startup yang ingin mengadopsi dan mengomersialisasikan teknologi hasil riset BRIN. Jalur ini yang berpeluang mengakses pendanaan RIIM Startup hingga Rp300 juta per startup, dengan nilai akhir bergantung pada hasil seleksi dan evaluasi.
Track Lama terbuka bagi startup alumni inkubasi atau pembinaan BRIN yang siap memperluas pasar dan meningkatkan skala bisnis. Jalur ini terbatas untuk alumni PPBR (Perusahaan Pemula Berbasis Riset) dan belum dibuka untuk umum.
Startup yang belum pernah dibina BRIN tetap bisa masuk lewat Track Baru, dengan catatan memilih satu teknologi riset BRIN yang siap dipasarkan dan bersedia mengomersialisasikannya.
Peserta yang lolos akan mendapat pendampingan dan mentoring, penguatan model bisnis, serta akses fasilitas dan periset BRIN. Selain itu, tersedia peluang showcase, pitching, promosi, dan akses jejaring mitra, inkubator, hingga investor.
Startup Track Baru wajib berbadan usaha PT, CV, atau Perseroan Perorangan dengan usia maksimal 5 tahun, serta memiliki NIB dan NPWP. Tim minimal 3 orang dengan CEO yang bekerja penuh waktu dan pembagian peran yang jelas.
Proposal bisnis harus memuat potensi pasar, strategi komersialisasi, roadmap 12 bulan, dan kebutuhan anggaran. Peserta juga diminta menunjukkan kesiapan operasional, termasuk mitra produksi dan rencana perizinan, serta bersedia mengikuti kurikulum BRIN RISE pada 2027.
Alumni inkubasi BRIN yang mendaftar lewat Track Lama harus membuktikan usahanya masih aktif dan dapat diverifikasi. Bukti traction bisa berupa produksi, penjualan, pelanggan, pendapatan, kemitraan, atau kontrak yang berjalan.
Peserta jalur ini juga perlu memaparkan kebutuhan scale-up yang jelas, misalnya di produksi, pasar, organisasi, legalitas, pembiayaan, atau ekspansi. Komitmen mengikuti kurikulum 2027 dan mencapai target pertumbuhan yang disepakati berlaku untuk kedua jalur.
Program diluncurkan bersamaan dengan pembukaan pendaftaran pada 21 Oktober 2026. Seleksi administrasi berlangsung 13–18 November, dilanjutkan seleksi substansi pada 19–26 November, dan pitching pada 27–30 November 2026.
Pleno dan penetapan startup terpilih dijadwalkan 2–4 Desember 2026, sementara Awarding Day digelar 13 Desember 2026 di IISE 2026. BRIN menyebut linimasa ini dapat berubah, sehingga calon peserta disarankan memantau pengumuman resmi.
Pendaftaran ditutup 13 November 2026. Calon peserta sebaiknya menyiapkan proposal bisnis, data tim, dan dokumen legalitas lebih awal agar tidak tersandung di tahap administrasi yang hanya berlangsung enam hari.
Informasi lengkap bisa diperoleh melalui narahubung Doan Ilman Munandar (+62 852-1921-3852) dan Ilham Dwi Putra (+62 813-7822-0495). Dengan hanya 20 slot dan seleksi berlapis hingga pitching, kesiapan dokumen dan kejelasan model bisnis menjadi pembeda utama antar-pendaftar.