ACEH — Bencana tanah longsor yang melanda hulu Sungai Huong, Provinsi Thua Thien Hue, memaksa pemerintah pusat Vietnam turun tangan. Komite Rakyat Kota Hue telah meresmikan rencana investasi proyek pengamanan tebing di dua titik rawan: daerah pemukiman tepi hilir sungai Thac Truot dan kawasan antara jalan tol La Son-Tuy Loan dengan Jalan Provinsi 14B di komune Khe Tre. Kawasan ini berada di bawah kaki Gunung Bach Ma, salah satu wilayah dengan curah hujan tertinggi di Vietnam tengah.
Banjir November 2025 Ubah Wajah Sungai, Rumah Warga Tersapu
Proyek senilai 65 miliar VND ini lahir dari situasi darurat. Hujan lebat yang mengguyur dari akhir Oktober hingga November 2025 menyebabkan volume besar lumpur dan bebatuan menumpuk di sungai serta aliran yang melintasi komune Khe Tre. Akumulasi sedimen itu mengubah arah aliran sungai secara drastis, mengikis kedua tepian dan memicu longsor. "Banyak rumah hanyut, erosi tepian sungai sangat dalam," demikian laporan otoritas setempat yang langsung menetapkan status darurat bencana alam.
Tanggul Beton dan Gabion: Benteng Baru Sepanjang 3,12 Kilometer
Untuk mengamankan jiwa dan harta penduduk, proyek ini akan membangun tanggul yang terbagi dalam delapan segmen. Struktur atas tanggul diperkuat beton selebar 1-2 meter, dilengkapi tiang penanda dan saluran drainase. Lereng tanggul akan dilapisi lempengan beton bertulang, sementara bagian dasar menggunakan gabion—keranjang kawat berisi batu—atau dinding beton gravitasi, disesuaikan dengan kondisi medan. Selain itu, proyek mencakup pengerukan dan pengaturan aliran di titik-titik endapan lumpur untuk menstabilkan lereng dan membatasi erosi lebih lanjut.
Pengerukan Pasir dan Kerikil: Solusi Ganda untuk Banjir dan Pembangunan
Dinas Pertanian dan Lingkungan Kota Hue telah menerbitkan arahan khusus bagi Komite Rakyat Komune Khe Tre. Instansi itu meminta pemerintah komune menyusun rencana pengerukan dan pemulihan mineral—seperti pasir dan kerikil—yang mengendap pascabanjir. Material tersebut akan digunakan untuk mendukung proyek dan pekerjaan penting. Secara paralel, dinas memerintahkan peninjauan area sedimentasi untuk merancang pengerukan guna menciptakan ruang drainase banjir di sungai Ta Trach.
Komite Rakyat Kota Hue menugaskan Badan Manajemen Proyek Investasi dan Konstruksi di Area 3 untuk memimpin penyusunan laporan studi kelayakan. Dokumen itu akan diserahkan kepada otoritas berwenang untuk pengambilan keputusan investasi, merujuk pada Undang-Undang Investasi Publik dan peraturan terkait. Target penyelesaian proyek adalah dua tahun, dengan harapan dapat mengurangi kerusakan akibat banjir di musim-musim mendatang serta memperbaiki lanskap lingkungan kawasan hulu Sungai Huong.