ACEH — RUPST Pertamina EP yang digelar pekan ini mencatat produksi minyak mentah mencapai 68.338 barel per hari (BOPD) dan gas bumi 792 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka ini menjadi indikator kinerja operasional perusahaan sepanjang tahun buku lalu.
Direksi Pertamina EP menyebut inovasi teknologi dan keberlanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga laju produksi. Perusahaan terus mengoptimalkan sumur eksisting dan mengebor sumur baru di berbagai blok kerja.
Strategi Temukan Sumber Baru
Penemuan cadangan 133 juta barel setara minyak bukan hasil instan. Pertamina EP menggencarkan survei seismik 3D dan studi geologi mendalam di cekungan-cekungan potensial. Beberapa temuan berada di wilayah kerja yang sudah berproduksi, namun ada pula dari eksplorasi di area baru.
Langkah ini ditempuh untuk mengompensasi penurunan alamiah (decline rate) sumur-sumur yang sudah berusia puluhan tahun. Dengan tambahan cadangan ini, umur produksi lapangan-lapangan Pertamina EP bisa diperpanjang.
Dampak bagi Pasokan Energi Nasional
Bagi masyarakat, temuan cadangan baru berarti pasokan bahan bakar dan gas untuk pembangkit listrik, industri, serta rumah tangga lebih terjamin. Pertamina EP sebagai kontributor utama produksi minyak nasional, perannya krusial dalam mengurangi impor minyak mentah.
Setiap tambahan produksi 10.000 BOPD bisa menghemat devisa negara hingga miliaran dolar per tahun. Angka ini dihitung dari selisih harga minyak impor dengan biaya produksi dalam negeri.
Target dan Tantangan ke Depan
Ke depan, Pertamina EP menargetkan produksi minyak rata-rata di atas 70.000 BOPD. Tantangan terbesar adalah mengebor di lapangan marginal yang biaya operasinya tinggi. Perusahaan mengandalkan kerja sama dengan mitra dan penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk memeras minyak dari batuan yang sudah sulit.
Pemerintah melalui Kementerian BUMN terus mendorong efisiensi di sektor hulu. Pertamina EP diminta menekan biaya produksi per barel agar keekonomian lapangan tetap positif meski harga minyak global fluktuatif.
RUPST ini sekaligus menjadi ajang pertanggungjawaban kinerja direksi kepada pemegang saham. Dengan temuan cadangan baru dan produksi yang terjaga, Pertamina EP optimistis bisa memenuhi target jangka panjang perusahaan induk.