Rumor seputar iPhone 18 mulai menguat memasuki pertengahan 2026, dan kali ini bukan sekadar soal spesifikasi. Sumber dari Bloomberg, The Information, serta sejumlah pembocor di platform Weibo dan X mengindikasikan bahwa Apple tengah menyusun lini penerus yang paling ambisius sekaligus paling rumit dalam satu dekade terakhir.
Ponsel Lipat Rp 32 Juta Jadi Primadona Baru
Produk yang paling dinantikan adalah ponsel lipat Apple, yang sementara disebut iPhone Fold atau iPhone Ultra. Perangkat ini diperkirakan dibanderol mulai di atas $2.000 atau sekitar Rp 32 juta, menempatkannya langsung di segmen ultra-premium yang saat ini dikuasai Samsung Galaxy Z Fold series.
Model lipat ini akan dirilis bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026. Ketiganya disebut-sebut membawa perubahan desain paling signifikan sejak iPhone X.
Layar Lebih Terang dan Dynamic Island Menyusut 35%
Informasi dari rantai pasok OLED di China mengindikasikan Apple menuntut tingkat kecerahan layar yang sangat tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan pasokan panel. Sementara itu, Dynamic Island pada model Pro dikabarkan akan menyusut sekitar 35% lebih sempit dibandingkan generasi saat ini.
The Information melaporkan bahwa iPhone 18 Pro dan Pro Max akan mengadopsi sistem Face ID di bawah layar (under-display Face ID), menghilangkan kebutuhan akan notch besar. Kamera depan pun akan dipindahkan ke sudut kiri atas layar, meninggalkan lubang kecil (pinhole) yang jauh lebih minimalis.
Kamera Apertur Variabel: Lompatan Besar atau Sekadar Gimmick?
Salah satu fitur yang paling dinantikan adalah kamera dengan aperture variabel. Teknologi ini memungkinkan pengguna menyesuaikan bukaan lensa secara manual—mirip kamera DSLR—untuk mengontrol depth of field dan jumlah cahaya yang masuk. Jika terealisasi, ini akan menjadi peningkatan kamera paling substansial sejak Apple memperkenalkan mode Malam.
Namun, ada kabar kurang menggembirakan. Kelangkaan komponen memori global dikhawatirkan memaksa Apple melakukan penurunan spesifikasi (downgrade) pada beberapa varian entry-level. Belum jelas apakah ini akan memengaruhi performa atau sekadar kapasitas penyimpanan dasar.
Warna Baru: Dark Cherry dan Light Blue untuk Pasar Asia?
Bocoran dari pembocor Sonny Dickson menunjukkan tiga opsi warna anyar: biru muda (light blue), merah ceri gelap (dark cherry), dan abu-abu gelap (dark gray). Satu varian warna kopi (coffee brown) yang sempat muncul di rumor awal dikabarkan batal diproduksi. Warna-warna cerah biasanya menjadi andalan Apple untuk menarik minat pasar Asia, termasuk Indonesia.
Mengapa Apple Memisahkan Jadwal Rilis?
Keputusan memundurkan iPhone 18 standar, iPhone 18E, dan iPhone Air generasi kedua ke musim semi 2027 merupakan pengakuan implisit bahwa rantai pasok global belum pulih sepenuhnya. Bagi konsumen Indonesia yang terbiasa menabung sejak pertengahan tahun untuk membeli iPhone terbaru, perubahan jadwal ini berarti mereka harus menunggu lebih lama—atau justru beralih ke model Pro yang lebih mahal.
Dengan jarak hampir 20 tahun dari peluncuran iPhone pertama, Apple berada di bawah tekanan besar. Di pasar global, Samsung masih memimpin penjualan, sementara Xiaomi dan merek China lainnya terus menggerus pangsa pasar entry-level. iPhone 18 bukan sekadar pembaruan tahunan—ini adalah panggung bagi Apple untuk membuktikan bahwa mereka masih bisa berinovasi di luar sekadar memperbesar layar dan memperbaiki kamera.