Pencarian

Dana Operasional dari BGN Pusat Tak Kunjung Cair, 7 Dapur MBG di Banda Aceh Berhenti Layani Siswa

Senin, 08 Juni 2026 • 16:12:02 WIB
Dana Operasional dari BGN Pusat Tak Kunjung Cair, 7 Dapur MBG di Banda Aceh Berhenti Layani Siswa
Tujuh dapur MBG di Banda Aceh berhenti beroperasi akibat keterlambatan pencairan dana dari BGN Pusat.

BANDA ACEH — Keputusan berhenti beroperasi diambil secara serentak oleh tujuh dapur MBG di Banda Aceh pada Senin (8/6/2026) pagi. Langkah ini merupakan inisiatif dari para mitra untuk menghindari potensi masalah administrasi dan keuangan di kemudian hari.

“Sekarang tidak boleh lagi mitra melakukan talang-mentalang. Karena ditakutkan terjadi mark-up harga, penyalahgunaan anggaran yang nanti ketika dilaporkan sudah melebihi dari pagu. Makanya BGN Pusat berinisiatif kalau memang (dana) tidak masuk, maka stop operasional,” ujar Muhammad Reza saat dihubungi Kompas.com.

Dana Top-Up Tertunda, Produksi Terhenti

Menurut Reza, idealnya persiapan operasional untuk hari Senin sudah dimulai sejak sehari sebelumnya, Minggu (7/6/2026). Namun, karena dana untuk membeli bahan baku dan kebutuhan logistik lainnya belum juga masuk ke rekening, mitra memilih menghentikan produksi.

“Otomatis dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional di dapur itu tidak ada. Dalam artian ada tetapi tidak mencukupi setelah dikalkulasi, mereka itu sedang menunggu top-up dana oleh pihak BGN pusat,” jelas Reza.

Dampak Langsung ke Sekolah dan Siswa

Berhentinya tujuh dapur ini langsung berdampak pada proses penyaluran MBG ke sekolah-sekolah penerima. Meski begitu, Reza memastikan pihak dapur sudah memberikan pemberitahuan kepada penerima manfaat terkait kendala yang terjadi.

“Cuma tujuh yang terkendala dan hari ini mereka sedang menunggu. Yang lain memang mereka top-up dana dari awal sudah masuk, jadi ada sisa dana untuk siap menjalankan. Bisa jadi kalau besok tidak masuk otomatis bertambah lagi jumlah dapur yang berhenti,” tambahnya.

BGN Pusat Janjikan Pencairan Hari Ini

Hasil rapat melalui video conference pada Senin pagi memberikan secercah harapan. Reza mengungkapkan bahwa BGN Pusat berjanji akan mengirimkan dana operasional hari ini juga. Ia berharap sistem tata kelola pencairan dana ke depan bisa diperbaiki agar program prioritas presiden ini tidak kembali tersendat.

“Semoga BGN Pusat ke depannya lebih memperbaik sistem tata kelola dalam proses top-up dana, supaya tidak terjadi masalah dikemudian hari. Mengingat, inikan program prioritas presiden dan juga penerima manfaat yang hari ini terus menunggu untuk disalurkan,” tuturnya.

Data Dapur Terdampak di Aceh Masih Direkap

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Besar. Koordinator Wilayah SPPG Aceh Besar, Feisal Akbar, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan jumlah dapur yang ikut berhenti beroperasi.

“Jumlah pastinya belum tahu kita pak, kita masih proses pendataan. Nanti saya berikan info lebih lanjut,” kata Feisal.

Sementara itu, Koordinator Regional Aceh Badan Gizi Nasional (BGN), Mustafa Kamal, membenarkan adanya kendala di sejumlah dapur MBG di Aceh. Ia mengakui permasalahan pencairan dana dari pusat menjadi penyebab utama.

“Sedang kita rekap ada beberapa Kabupaten/Kota masih ditunggu datanya. Ada kendala di pencairan VA di BGN Pusat. Kita sangat mengharapkan dapat dicairkan hari ini, sehingga besok bisa kembali dilayani,” ujarnya singkat.

Bagikan
Sumber: medan.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks