SIMEULUE — Sebanyak 42 pelajar dari enam kecamatan di Kabupaten Simeulue mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, Rabu (waktu setempat). Ajang ini digelar untuk menjaring talenta olahraga dari pulau terluar di Provinsi Aceh tersebut.
Enam Cabang Olahraga Dipertandingkan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Sahirman mengatakan O2SN tahun ini mempertandingkan enam cabang olahraga. Cabang tersebut meliputi pencak silat, panjat tebing, renang, bulu tangkis, atletik, dan senam.
"Dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Simeulue, hanya enam kecamatan yang mengirimkan peserta. Ke depan kita akan upayakan semua kecamatan bisa mengikuti," kata Sahirman.
Enam kecamatan yang berpartisipasi adalah Simeulue Timur, Teupah Barat, Teupah Tengah, Teupah Selatan, Teluk Dalam, dan Simeulue Cut.
Talenta Sehat Menuju Simeulue Bermartabat
O2SN mengusung tema "talenta sehat, bugar, berkarakter melalui olahraga menuju Kabupaten Simeulue bermartabat". Sahirman menekankan kegiatan ini merupakan ajang pembinaan bakat sekaligus penguatan karakter dan sportivitas pelajar.
"Kami berharap dari ajang ini lahir talenta-talenta berprestasi dari Pulau Simeulue," ujar Sahirman.
Wabup: Bukan Sekadar Kompetisi
Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin menambahkan O2SN menjadi wadah strategis untuk menjaring pelajar berbakat. Ia berharap para peserta mampu mengharumkan nama Kabupaten Simeulue di tingkat provinsi maupun nasional.
"O2SN bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan memiliki jiwa sportivitas yang tinggi," kata Nusar Amin.
Menurutnya, pembinaan olahraga sejak usia sekolah penting untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Simeulue.
Mengapa Hanya Enam Kecamatan?
Dari sepuluh kecamatan yang ada, baru enam kecamatan yang mengirimkan peserta pada O2SN tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan menyebut pihaknya akan terus berupaya mendorong partisipasi penuh dari seluruh kecamatan di masa mendatang.
Kondisi geografis Simeulue sebagai pulau terluar menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pembinaan olahraga. Namun, ajang ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjaring potensi atlet muda yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan tersebut.