ACEH TIMUR — Program rehabilitasi ini menyasar kebun sawit yang mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat setelah banjir besar melanda wilayah tersebut. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur, Murdhani, mengatakan bantuan diberikan secara simbolis di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kamis (18/6).
“Pemerintah berterima kasih atas upaya percepatan pemulihan produktivitas kebun petani yang terdampak banjir sehingga dapat kembali berproduksi dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Murdhani dalam sambutannya.
Bantuan Langsung untuk Petani Binaan
Koordinator Satgas PUPL, Ibrahim, menjelaskan program rehabilitasi berlangsung selama satu bulan dengan tiga komponen utama. Pertama, pengadaan alat kerja berupa sepatu boot dan cangkul. Kedua, pembersihan lahan dari semak dan vegetasi pengganggu. Ketiga, penyaluran pupuk dolomit untuk memperbaiki pH tanah dan meningkatkan kesuburan lahan pascabencana.
“Harapannya agar produktivitas kebun dapat pulih dan kesejahteraan petani kembali meningkat,” kata Ibrahim.
Para penerima bantuan merupakan petani binaan yang telah aktif didampingi sejak 2023 melalui Program Kelapa Sawit Berkelanjutan. Selama ini, Satgas PUPL bersama para mitra menjalankan pendampingan, penguatan kelembagaan kelompok tani, pelatihan budidaya berkelanjutan, pemetaan kebun, hingga pengembangan kemitraan.
Dukungan Dana Internasional untuk Sawit Berkelanjutan
Program rehabilitasi ini merupakan bagian dari National Initiative for Sustainable & Climate Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS). NISCOPS adalah program kerja sama internasional yang didanai pemerintah Belanda dan Inggris. Tujuannya mendukung petani sawit swadaya agar mampu memproduksi minyak sawit secara berkelanjutan, ramah iklim, dan memenuhi standar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Program ini didukung oleh Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Forum Konservasi Leuser (FKL). Keduanya merupakan lembaga mitra yang mendorong pembangunan ekonomi hijau di Kabupaten Aceh Timur.
Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Bencana
Selain memulihkan produktivitas kebun, program ini diharapkan memperkuat praktik pengelolaan kebun yang berkelanjutan. Ketahanan masyarakat terhadap dampak bencana hidrometeorologi di sektor perkebunan juga menjadi perhatian utama.
“Melalui berbagai program ini, Pemkab Aceh Timur bersama Satgas PUPL terus berupaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan perkebunan rakyat,” pungkas Ibrahim.