ACEH — Kabar ini disampaikan langsung oleh CEO Bali United, Yabes Tanuri, melalui laman resmi klub. Keputusan diambil atas dasar kesepakatan bersama untuk menyambut musim kompetisi yang baru.
"Kami resmi melepas satu pemain yang berposisi penjaga gawang yaitu Dikri Yusron. Keputusan ini atas kesepakatan bersama untuk menyambut musim kompetisi yang baru," ujar Yabes dalam pernyataan resminya.
Nol Menit Bermain, Tertutup Kiper Asing
Dikri Yusron didatangkan dari Persik Kediri pada awal musim 2025/2026. Namun, persaingan di bawah mistar gawang Bali United sangat ketat. Ia harus bersaing dengan dua kiper lokal lainnya, Fitrul Dwi Rustapa dan I Wayan Arta Wiguna.
Masalah utamanya, posisi kiper utama sudah kokoh dipegang oleh Mike Hauptmeijer, penjaga gawang asal Belanda. Sepanjang musim, Dikri tak mampu menggeser sang kiper utama dan sama sekali tak diberi kesempatan bermain.
Jejak Karier: Dari Sriwijaya FC hingga 20 Clean Sheets
Sebelum berseragam Bali United, Dikri Yusron bukanlah nama baru di sepak bola Indonesia. Pemain kelahiran Ciamis ini memiliki perjalanan karier yang panjang. Ia pernah membela Sriwijaya FC, Badak Lampung, Madura United, hingga Gresik United.
Namun, puncak performanya justru terjadi saat membela Persik Kediri. Selama kurang lebih tiga musim, ia sukses mengemas 63 penampilan di Liga Indonesia. Dari jumlah tersebut, Dikri mencatatkan 20 clean sheets, sebuah statistik yang membuktikan kualitasnya sebagai penjaga gawang.
Yabes Tanuri mengucapkan terima kasih atas dedikasi Dikri selama ini. "Kami ucapkan terima kasih kepada Dikri yang telah berjuang bersama di musim lalu. Semoga di musim berikutnya, Dikri semakin sukses dan dimudahkan perjalanan kariernya," tutupnya.
Kepergian Dikri Yusron membuka ruang bagi Bali United untuk mencari amunisi baru di posisi kiper. Sementara itu, bagi Dikri, status bebas transfer bisa jadi peluang emas untuk kembali menemukan klub yang memberinya jam terbang, seperti saat ia bersinar di Persik Kediri.