ACEH — Startup yang didirikan pada 2019 ini bergerak di bidang inference AI, yaitu proses saat model AI bekerja setelah pengguna mengetikkan perintah. Baseten mengklaim mampu mengelola proses ini dengan cepat dan efisien dengan cara mengarahkan permintaan ke model yang paling tepat, termasuk model sumber terbuka (open source) yang lebih murah.
Putaran Dana Terbesar dalam Sejarah Startup AI?
Menurut laporan Wall Street Journal, putaran pendanaan terbaru Baseten dipimpin oleh Spark Capital, Sands Capital, Altimeter Capital, dan Wellington Management. Jika terealisasi, valuasi Baseten melonjak 160 persen hanya dalam waktu kurang dari enam bulan.
Namun, laporan tersebut mencatat bahwa pendanaan ini menggunakan skema split-priced round. Sebagian investor masuk dengan valuasi USD 13 miliar, sementara investor lain di angka USD 11 miliar. Taktik ini lazim digunakan startup untuk menaikkan valuasi di atas kertas dan membuat investor utama terlihat lebih baik.
Apa Itu "Inference Gold Rush" yang Jadi Motor Baseten?
Fenomena yang disebut The Next Wave sebagai "inference gold rush" ini mendorong investor modal ventura mengucurkan dana besar-besaran ke perusahaan yang membangun lapisan inference. Baseten menjadi salah satu pemain yang paling diuntungkan.
Kunci daya tarik Baseten ada pada kemampuannya mengelola biaya. Daripada selalu menggunakan model AI termahal, platform ini bisa memilih model sumber terbuka yang kompeten namun lebih murah untuk tugas tertentu. Efisiensi ini jadi nilai jual utama di tengah persaingan ketat layanan AI generatif.
Kronologi Pendanaan: Dari Seri D ke Valuasi USD 13 Miliar
Perjalanan pendanaan Baseten terbilang agresif. Setelah mengumpulkan USD 150 juta di Seri D, startup ini mengumumkan Seri E senilai USD 300 juta pada valuasi USD 5 miliar. Kini, hanya berselang lima bulan, nilai perusahaan itu melesat ke USD 13 miliar.
Lonjakan valuasi ini menunjukkan betapa panasnya sektor inference AI di mata investor. Meski demikian, skema harga ganda dalam putaran terbaru mengindikasikan bahwa tidak semua investor yakin dengan valuasi setinggi itu.
Dampak untuk Pasar AI Global
Kesuksesan Baseten mengumpulkan dana besar menegaskan bahwa persaingan di ranah inference AI kian memanas. Perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Amazon, dan Microsoft juga berlomba membangun infrastruktur serupa.
Bagi pengembang dan perusahaan teknologi, kehadiran pemain seperti Baseten membuka opsi lebih hemat biaya untuk menjalankan model AI. Ini bisa mempercepat adopsi AI di berbagai sektor, dari layanan pelanggan hingga analisis data.