Pencarian

Penyintas Banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Timur Mulai Nikmati Huntap, 400 Unit Rumah Baru Rampung Dibangun

Selasa, 23 Juni 2026 • 11:00:01 WIB
Penyintas Banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Timur Mulai Nikmati Huntap, 400 Unit Rumah Baru Rampung Dibangun
Penyintas banjir di Aceh Tamiang mulai menempati hunian tetap hasil pembangunan pemerintah.

JAKARTA — Kepastian memiliki hunian layak kembali dirasakan warga penyintas bencana di Aceh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa warga mengapresiasi gerak cepat pemerintah dalam merealisasikan pembangunan rumah hunian tetap (huntap) di atas lahan milik warga sendiri (in situ). Proses ini dibarengi dengan penyaluran paket bantuan logistik sembako.

Nurbayti, 64 Tahun, Kini Tak Lagi Bertahan di Huntara

Salah satu penerima manfaat, Nurbayti (64), warga Desa Sriwijaya, Aceh Tamiang, mengaku sangat terbantu. Rumahnya yang rusak berat akibat bencana telah dibangun kembali secara permanen oleh pemerintah.

“Setelah hampir tiga bulan terpaksa bertahan menempati rumah hunian sementara (huntara), saya bersama keluarga dapat segera pindah dan menempati rumah baru yang lebih aman dalam waktu dekat,” kata Nurbayti kepada petugas BNPB, Selasa.

Skema Percepatan Dinilai Efektif, Bangunan Lebih Kokoh

Apresiasi serupa datang dari Muhammad Fuad (35), penyintas banjir asal Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi elektronik ini menilai skema percepatan rehabilitasi sektor pemukiman dari pemerintah berjalan sangat efektif.

Fuad membandingkan kondisi bangunan rumah tipe 36 yang disediakan pemerintah dengan hunian lamanya. “Alhamdulillah bangunan ini jauh lebih bagus dan nyaman. Sebelum hunian sementara jadi, saya sempat menumpang di rumah mertua. Kehadiran huntap ini menjadi harapan baru bagi keluarga kami untuk kembali menjalani kehidupan secara normal,” tuturnya.

15.000 Unit Huntap Diusulkan dari Tiga Provinsi

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat, usulan pembangunan huntap di tiga provinsi mencapai sekitar 15.000 unit. Provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari jumlah itu, sebanyak 800 hingga 900 unit rumah telah dibangun secara serentak, dan hampir 400 unit di antaranya telah rampung seluruhnya.

Kepala BNPB, saat meninjau progres konstruksi di lokasi Kualasimpang dan Peureulak Barat, juga menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Langkah ini memastikan pemulihan tidak hanya pada infrastruktur tempat tinggal, tetapi juga pada ketahanan pangan para penyintas.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks