ACEH — iCar, merek kendaraan listrik asal China yang berada di bawah naungan Chery, resmi meluncurkan SUV kompak V23 di pasar Indonesia. Model ini mengusung desain kotak khas kendaraan off-road era 1970-an, namun ditenagai motor listrik modern. Dalam sesi perkenalan kepada media, pabrikan menekankan efisiensi sebagai nilai jual utama, bukan sekadar tampilan.
Klaim Penghematan Rp 64 Juta: Hitungan Lima Tahun
iCar mengklaim biaya pengisian daya listrik per tahun untuk V23 jauh lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar minyak (BBM) mobil SUV konvensional sekelas. Perhitungan internal pabrikan menunjukkan potensi penghematan mencapai Rp 12,8 juta per tahun, atau total Rp 64 juta dalam periode lima tahun.
Angka tersebut tentu bergantung pada asumsi jarak tempuh tahunan dan tarif listrik yang digunakan. Namun, klaim ini menjadi sinyal bahwa iCar menyasar konsumen yang sensitif terhadap biaya operasional harian, terutama di segmen perkotaan.
Desain Kotak Klasik dengan DNA Listrik
Secara visual, iCar V23 mengambil inspirasi dari SUV legendaris seperti Suzuki Jimny atau Land Rover Defender generasi lama. Bentuknya persegi, dengan lampu bundar di depan dan velg palang yang memberi kesan gagah. Meski begitu, gril tertutup rapat menjadi penanda bahwa mobil ini tidak memerlukan pendingin mesin konvensional.
Dimensi kompak membuat V23 lincah untuk bermanuver di jalanan perkotaan Indonesia. iCar memposisikan model ini sebagai kendaraan kedua di keluarga, atau mobil harian untuk mereka yang ingin mengurangi ketergantungan pada BBM.
Target Pasar: Antara Gaya dan Efisiensi
Dengan banderol yang belum diumumkan secara resmi, iCar V23 diprediksi akan bersaing di segmen yang sama dengan Wuling Air EV atau DFSK Gelora E dari sisi harga. Namun, dari sisi desain, V23 jelas berbeda—ia menawarkan karakter yang lebih maskulin dan retro.
Pabrikan belum merinci spesifikasi teknis seperti kapasitas baterai, jarak tempuh, atau tenaga motor listrik secara detail. Informasi tersebut kemungkinan baru akan diungkap menjelang peluncuran resmi ke konsumen. Yang jelas, iCar ingin membuktikan bahwa mobil listrik tidak harus mahal atau membosankan.
Ketersediaan dan Langkah Selanjutnya
iCar V23 saat ini masih dalam tahap pengenalan awal di Indonesia. Belum ada jadwal pasti kapan unit bisa dipesan atau dikirim ke konsumen. Pabrikan menyebut akan melakukan uji jalan dan pengumpulan data lebih lanjut sebelum menentukan harga jual final.
Yang menarik, pendekatan ini berbeda dengan pabrikan lain yang langsung mengumumkan harga saat peluncuran. iCar sepertinya ingin mengukur respons pasar terlebih dahulu. Jika klaim efisiensi Rp 64 juta dalam lima tahun terbukti nyata, V23 bisa menjadi alternatif menarik di tengah mahalnya harga BBM saat ini.