BANDA ACEH — Lonjakan volume kendaraan di ruas Tol Sigli–Banda Aceh menjadi indikator positif penguatan konektivitas di ujung barat Pulau Sumatera. Data Hutama Karya menunjukkan peningkatan LHR hingga 229 persen pada Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum, melampaui target RKAP perusahaan.
Pertumbuhan Trafik dan Pendapatan Jalan Tol
Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, menyebut tren operasional perusahaan menunjukkan perbaikan signifikan. “Dari sisi operasional, kami melihat tren yang semakin positif, baik melalui pertumbuhan trafik, peningkatan pendapatan jalan tol, maupun membaiknya profitabilitas bisnis jalan tol,” ujar Eka dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Secara keseluruhan, kinerja pengelolaan jalan tol Hutama Karya mencakup jaringan di Sumatera dan Jawa. Pada periode Lebaran 2026, arus kendaraan di seluruh jaringan tol perusahaan tercatat meningkat 69,5 persen dibanding kondisi normal dan tumbuh 9,8 persen dibanding periode tahun sebelumnya.
Kontribusi Bisnis Tol terhadap Pendapatan Konsolidasi
Dari sisi keuangan, pendapatan jalan tol Hutama Karya pada 2025 tumbuh sekitar 26,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Kontribusi bisnis jalan tol terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan juga meningkat menjadi 16,83 persen pada periode yang sama.
Peningkatan ini tidak lepas dari bertambahnya ruas yang beroperasi dan volume kendaraan yang terus naik. Hingga kini, Hutama Karya mengelola jaringan jalan tol sepanjang sekitar 1.185 kilometer di Sumatera dan Jawa, terdiri dari ruas operasi dan konstruksi.
Dampak Nyata bagi Masyarakat Aceh
Keberadaan jaringan tol tidak hanya berdampak pada bisnis. Pemangkasan waktu tempuh, kelancaran distribusi logistik, hingga pembukaan akses ke pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik menjadi manfaat langsung yang dirasakan warga Aceh.
Hutama Karya menegaskan akan terus meningkatkan kualitas layanan dan operasional. Langkah yang dilakukan meliputi optimalisasi transaksi, kesiapan petugas, penerapan Intelligent Traffic System (ITS), serta penguatan monitoring melalui Command Center.
Jaringan Tol di Sumatera dan Jawa
Perusahaan pelat merah itu mengelola 14 ruas tol di Sumatera serta dua ruas di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok. Penguatan JTTS disebut menjadi kunci untuk menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan jalan tol yang produktif.